REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Sebanyak 11 bayi diamankan dari sebuah rumah di Dusun Wonokerso, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Jumat (8/5/2026). Rumah tersebut diduga menjadi tempat penampungan bayi yang dijalankan oleh seorang bidan asal Kapanewon Gamping.
Pengungkapan kasus ini bermula dari adanya laporan warga yang mencurigai aktivitas di rumah permanen milik orang tua bidan tersebut. Meski rumah itu diketahui tidak ditempati, warga melihat ada aktivitas tidak biasa karena sejumlah bayi berada di dalam rumah tersebut.
Baca Juga
Satu-satunya Sarjana di Keluarga Petani, Alumni UNU Yogyakarta Jadi Analis Pangan di PT Nestle
Pemda DIY Pastikan Belum Ditemukan Kasus Positif Hantavirus di Yogyakarta
Mahasiswa ISI Yogyakarta Suarakan Kepedulian Lingkungan Lewat Pameran “Urip Iku Mung Mampir Ngombe”
Setelah menerima laporan, aparat kalurahan bersama petugas Dinas Sosial (Dinsos), Panewu Pakem, serta Kapolsek Pakem mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, ditemukan 11 bayi berada di dalam rumah tersebut. "Kepolisian sudah menangani bersama-sama dengan Perangkat pemerintahan dari Kepanewonan dan Desa, BRSPA Dinsos dan Dindik," kata Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, Ahad (10/5/2026). .rec-desc {padding: 7px !important;} Berdasarkan informasi Lurah Hargobinangun Amin Sarjito, tempat penampungan bayi itu diduga sudah beroperasi sekitar satu minggu terakhir. Aktivitas tersebut disebut tidak mengantongi izin resmi. Bidan yang diduga mengelola penampungan itu diketahui kerap menampung balita. Dimungkinkan karena klinik di Gamping penuh, balita-balita itu kemudian dibawa ke rumah orang tuanya yang ada di Hargobinangun. Saat petugas masuk ke dalam rumah, beberapa bayi ditemukan dalam kondisi tidur. Tim dari puskesmas kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh bayi tersebut. Hasil pemeriksaan menyatakan delapan bayi dalam kondisi sehat. Sementara tiga bayi lainnya terindikasi mengalami gangguan kesehatan. Terkait orang tua para bayi tersebut, belum diketahui detailnya. Kasusnya saat ini ditangani Polresta Sleman. "Saat ini prioritas utama adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak tersebut. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan selanjutnya," kata Argo. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi agar proses penanganan berjalan profesional dan sesuai hukum yang berlaku. "Mohon do'anya agar kami dapat menangani ini dengan tepat, tuntas, profesional dan menjunjung tinggi keadilan," ujarnya.