Nama Indri Wahyuni menjadi sorotan publik usai viralnya polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026. Pejabat Sekretariat Jenderal MPR RI itu ramai dikritik netizen setelah video perdebatan antara peserta dan dewan juri tersebar luas di media sosial.
Dalam video yang viral di TikTok, Instagram hingga Xm Indri Wahyuni terlihat ikut menanggapi protes peserta terkait perbedaan penilaian terhadap jawaban yang dinilai memiliki substansi sama.
Baca Juga: Anulir atau Tanding Lagi? Begini Kelanjutan Polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR
Berdasarkan laman resmi MPR RI per 11 Mei 2026, Indri Wahyuni menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI. Posisi tersebut membuatnya aktif dalam berbagai kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di berbagai daerah.
Polemik bermula saat babak final LCC Empat Pilar Kalbar membahas materi hukum ketatanegaraan mengenai pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan dengan kalimat:
“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden.”
Namun, dewan juri memberikan pengurangan poin dengan alasan tidak mendengar frasa “Dewan Perwakilan Daerah” atau DPD dalam jawaban peserta.
Situasi kemudian memicu kontroversi setelah pertanyaan yang sama diberikan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas dan memperoleh poin penuh.
“Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10,” ujar juri Dyastasita Widya Budi dalam video yang beredar.
Merasa dirugikan, peserta dari SMAN 1 Pontianak kemudian melayangkan protes secara langsung.
“Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama,” kata perwakilan Regu C.
Dalam situasi tersebut, Indri Wahyuni ikut memberikan tanggapan dengan menyoroti aspek artikulasi peserta saat menjawab pertanyaan.
Publik kemudian ramai mengkritik alasan tersebut. Banyak netizen menilai substansi jawaban peserta seharusnya lebih diutamakan dibanding persoalan artikulasi.
Kontroversi itu pun memicu pertanyaan publik mengenai profesionalitas dan objektivitas penilaian dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal MPR RI tersebut.
Di tengah ramainya kritik, Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyatakan pihaknya tengah melakukan penelusuran internal terkait polemik tersebut.
“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI saat ini tengah melakukan penelusuran internal,” kata Siti Fauziah dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Kurangi Poin Meski Jawaban Benar, Ini Sosok Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR
MPR RI juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban, hingga tata kelola keberatan dalam perlombaan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.





