WARGA di wilayah Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, sempat dicekam keresahan menyusul aksi teror pembakaran berantai yang terjadi pada Minggu (10/5) dini hari. Beruntung, terduga pelaku berinisial A, 24, berhasil diamankan sebelum massa melakukan aksi main hakim sendiri.
Ketua RW 05 Kelurahan Pisangan Baru, Ramdani, mengungkapkan bahwa aksi pembakaran tersebut berlangsung dalam rentang waktu pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Kecurigaan warga bermula ketika rekaman kamera pengawas (CCTV) dari berbagai titik menunjukkan sosok pria yang sama tengah menyulut api di area permukiman.
"Setelah terlihat dari CCTV, titik-titik api menjurus ke lokasi pelaku. Bahkan, orang tuanya sendiri mengakui bahwa sosok dalam rekaman tersebut adalah anaknya setelah melihat bukti CCTV," ujar Ramdani saat memberikan keterangan pada Selasa (12/5).
Baca juga : Jalan Rusak di Jakarta Telan Korban, Pelajar Tewas di Matraman Raya
Kronologi dan Identitas PelakuInformasi mengenai identitas pelaku cepat menyebar, memicu kemarahan warga dari lintas RW, mulai dari RW 03, 04, 05, hingga RW 06. Massa sempat mendatangi kediaman pelaku, namun situasi berhasil diredam oleh pengurus lingkungan setempat.
Pelaku A diketahui merupakan seorang pemuda yang baru saja menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Di lingkungan tempat tinggalnya, ia dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup dan jarang bersosialisasi dengan remaja sebayanya.
Warga mencurigai adanya gangguan psikologis atau depresi yang dialami oleh pelaku. Hal ini didasari pada perilaku janggal A saat melakukan aksinya. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku tidak langsung melarikan diri setelah menyulut api, melainkan kembali lagi untuk memastikan api sudah menyala.
Baca juga : Seorang Pria Ditemukan tak Sadarkan Diri di Dalam Mobil yang Berasap di Jaktim
"Ada anggapan ke arah sana (gangguan jiwa). Soalnya, setelah eksekusi dan api menyala, dia balik lagi untuk mengecek. Kalau niatnya membakar secara sengaja untuk sabotase biasanya langsung kabur, tapi ini dipastikan lagi sudah nyala atau belum," tambah Ramdani.
Aksi ini sebelumnya sempat viral di media sosial melalui akun @beritamatraman. Dalam unggahan tersebut, terlihat pelaku menyulut api di sebuah warung sebelum akhirnya api berhasil dipadamkan warga sebelum merembet ke bangunan permanen.
Saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Matraman masih melakukan pendalaman terkait motif di balik aksi nekat tersebut. Pemeriksaan kondisi kejiwaan pelaku juga menjadi salah satu agenda penyelidikan guna menentukan langkah hukum selanjutnya. (Ant/Z-1)





