KUNINGAN, iNews.id - Seorang lansia penderita katarak di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terpaksa hidup menyendiri di area kompleks permakaman umum selama bertahun-tahun. Lansia bernama Udin Zaenudin itu telah berpisah dengan istrinya dan tidak lagi memiliki tempat tinggal.
Kondisi kesehatannya yang terus menurun membuat aktivitas sehari-harinya sangat terbatas. Selain mengalami gangguan penglihatan akibat katarak, Udin juga kesulitan bergerak karena faktor usia dan kondisi fisiknya yang semakin melemah.
Sebelum tinggal di area permakaman, Udin sempat berpindah-pindah dari satu musala ke musala lainnya untuk beristirahat dan berteduh.
"Diusirnya gara-gara Katarak tidak bisa mencari uang kata istri," kata Udin.
Melihat kondisi tersebut, warga sekitar kemudian berinisiatif membantu keberlangsungan hidup Udin. Warga sepakat memberinya pekerjaan membersihkan area makam dengan upah seadanya agar dia tetap memiliki penghasilan.
Baca Juga:Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Sinabang Aceh!Keterbatasan fisik membuat Udin tidak lagi mampu bekerja secara maksimal. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, dia kini mengandalkan bantuan sosial dari desa serta uluran tangan warga dan para peziarah yang datang ke permakaman.
Setelah beberapa tahun hidup di tempat terbuka, warga akhirnya membantu menyediakan bangunan sederhana yang kini ditempati Udin untuk bertahan hidup sehari-hari.
Saat ini, warga bersama aparat desa berharap ada bantuan dari para dermawan maupun pihak terkait untuk membantu pengobatan dan operasi katarak bagi Udin. Pasalnya, kondisi penglihatan dan kesehatannya terus memburuk dan membutuhkan penanganan segera.
"Pengennya warga desa itu ada kepedulian dari pemerintah agar matanya dioperasi," ujar Kepala Dusun setempat, Maman Nurahman.
#jabar



