Penggunaan QRIS antarnegara sebagai alat pembayaran di Thailand terus menunjukkan pertumbuhan. Bank Indonesia (BI) mencatat, sepanjang 2025, total transaksi QRIS antarnegara antara Indonesia dan Thailand mencapai lebih dari 666 ribu transaksi, dengan nilai sekitar Rp 270 miliar.
Kepala Perwakilan Kantor BI Singapura, Widi Agustin S, mengatakan jumlah tersebut mencerminkan tren adopsi QRIS yang terus berkembang.
“Jadi kita melihat, untuk Thailand ini potensinya sangat luar biasa, jadi masih ada potensi untuk bisa kita kembangkan, dan sejalan juga dengan semakin banyaknya orang Indonesia yang berwisata ke Thailand,” kata Widi di sela-sela gelaran World of Coffee 2026 di Bangkok, Thailand, Kamis (7/5).
QRIS bisa dipakai sebagai alat pembayaran di Thailand setelah BI bekerja sama dengan otoritas setempat sejak 2022 melalui integrasi sistem pembayaran QRIS dengan PromptPay. PromptPay merupakan jaringan pembayaran nasional Thailand yang didukung langsung oleh sektor perbankan dan telah digunakan secara luas di merchant, restoran, pusat perbelanjaan, hingga UMKM.
BI juga menilai penggunaan QRIS antarnegara dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas moneter, termasuk Rupiah. Ini karena transaksi dilakukan langsung menggunakan mata uang lokal masing-masing negara.
“Pada saat kita menggunakan QRIS, itu kan transaksinya langsung ya, jadi itu local currency transaction yang digunakan. Nanti bisa juga membuat rupiah semakin menguat,” ujar Widi.
Menurut dia, ke depan BI masih membuka peluang memperluas konektivitas sistem pembayaran QRIS ke lebih banyak negara seperti Vietnam dan Filipina. Menurut dia, jangkauan QRIS masih bisa diperluas selama infrastruktur pembayaran bisa diintegrasikan dengan negara-negara tersebut.
Naik Transportasi Umum-Belanja di Thailand Bisa Pakai QRIS
Di Bangkok, QRIS kini sudah dapat digunakan di berbagai merchant yang memiliki kode QR PromptPay. Mulai dari UMKM, restoran, supermarket, hingga transportasi umum.
Kumparan menjajal penggunaan QRIS di salah satu UMKM penjual durian di Bangkok dan pembayaran berhasil dilakukan menggunakan aplikasi mobile banking asal Indonesia. QRIS juga digunakan untuk membayar makan siang di food court yang berada di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC). Selain itu, QRIS juga dapat digunakan di supermarket Big C yang menjadi salah satu tujuan wisatawan Indonesia untuk membeli oleh-oleh.
Tak hanya di pusat perbelanjaan, pembayaran menggunakan QRIS juga dicoba di Bandara Suvarnabhumi untuk membayar jasa wrapping koper senilai 250 baht atau Rp 137.375. Transaksi tersebut langsung terkonversi dari saldo rupiah di aplikasi mobile banking menjadi mata uang lokal Thailand.
Kumparan juga mencoba membeli tiket BTS Bangkok dari Stasiun Chit Lom menuju Asok menggunakan QRIS di vending machine seharga 28 baht dan transaksi berhasil dilakukan.
Wisatawan RI Akui QRIS Permudah Transaksi
Kemudahan tersebut dirasakan langsung oleh wisatawan asal Bali, I Komang Sukarsana. Dia mengaku penggunaan QRIS membuat transaksi selama berada di Bangkok menjadi lebih praktis.
Komang menggunakan QRIS untuk membeli berbagai kebutuhan hingga membayar transportasi umum selama berada di Thailand. Dengan menggunakan QRIS, ia mengaku transaksi selama berlibur di Thailand jadi lebih mudah tanpa harus menukar uang dari rupiah menjadi mata uang lokal atau baht terlebih dahulu.
“Jadi QRIS ini sangat luar biasa jadi kami di Thailand sangat mudah untuk belanja. Kami sudah mencoba di BTS, berbelanja di supermarket itu ada beberapa food yang langsung menggunakan QRIS, (mata uangnya) langsung menyesuaikan,” kata Komang saat ditemui di gelaran World of Coffee 2026, di Bangkok, Thailand, Jumat (9/5).
Berdasarkan laman resmi BI, ada sekitar 23 penyedia jasa pembayaran baik bank maupun non-bank asal Indonesia yang bisa digunakan untuk bertransaksi menggunakan PromptPay di Thailand, di antaranya BCA, BPD Bali, Bank Permata, CIMB Niaga, LinkAja, BSI, Bank Mega, Finpay, Bank Pan Indonesia. Kemudian Bank Sinarmas, DANA, Bank Mandiri, OCBC NISP, Bank Ina Perdana, BTN, Bank Nagari, Ottocash, Bank Danamon, Gopay, Bank DBS, BNI, SMBC, BRI.
Dari sisi merchant Thailand, penggunaan pembayaran digital melalui QR code juga sudah menjadi hal yang umum digunakan sehari-hari.
Supervisor restoran halal, Phrigkiao Bangkok di kawasan Siam Square, Amanee Salaeh, mengatakan sekitar 10 hingga 15 persen pelanggan asal Indonesia di restorannya sudah menggunakan pembayaran digital melalui PromptPay atau QR code.
Dengan demikian, penggunaan QRIS di restoran tempatnya bekerja cukup umum dilakukan konsumen dari Indonesia. “Sekitar 10-15 persen (konsumen asal Indonesia menggunakan kode QR PromptPay), sisanya membayar menggunakan kartu dan uang tunai,” kata Amanee saat ditemui di toko tempatnya bekerja pada Jumat (8/5).
Pelanggan asal Indonesia umumnya terlebih dahulu menanyakan apakah restoran menerima pembayaran melalui QR sebelum melakukan transaksi. Amanee juga mengaku mengetahui konsumen asal Indonesia membayar melalui QRIS untuk terhubung dengan sistem pembayaran PromptPay.
Duta Besar RI untuk Thailand, Hari Prabowo, mengatakan masyarakat Thailand sangat terbiasa menggunakan pembayaran digital. Sehingga integrasi QRIS dengan PromptPay memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
“Thailand itu memang sama seperti di Indonesia, masyarakatnya sangat digital minded. Digital transformation di Thailand berkembang pesat dan masyarakatnya sangat suka dengan digital payment,” ujar Hari.
Menurut dia, mekanisme pembayaran digital di Thailand sudah tersebar luas dan hampir seluruh toko memiliki sistem pembayaran non-tunai.
“Bisa dibilang seluruh toko itu sudah punya apa namanya mekanisme digital payment itu dan melalui interoperabilitas antara QRIS dengan mekanisme PromptPay di Thailand itu Alhamdulillah sekarang QRIS itu bisa diterima di banyak tempat di Thailand,” katanya.





