Pada 10 Mei, kapal pesiar yang terjangkit wabah, “Hondius”, tiba di Pulau Tenerife di Kepulauan Canary, Spanyol. Para penumpang mulai turun dari kapal dan menjalani prosedur karantina serta pemulangan ke negara masing-masing. Sebelumnya, Direktur Jenderal WHO juga menyampaikan pernyataan untuk menenangkan masyarakat dengan mengatakan bahwa risiko wabah saat ini sangat rendah.
EtIndonesia. Menteri Kesehatan Spanyol, Mónica García, mengatakan di lokasi bahwa seluruh penumpang dan awak kapal saat ini “tidak menunjukkan gejala”.
“Semua penumpang tidak bergejala. Yang pertama turun adalah warga negara Spanyol, dan pesawat transit mereka sudah siap,” ujarnya.
Setelah itu, penumpang dari Belanda, Jerman, Belgia, Yunani, serta sebagian awak kapal akan dievakuasi. Berikutnya adalah penerbangan untuk mengevakuasi penumpang dari Kanada, Turki, Prancis, Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat.
Penerbangan terakhir dari Australia akan tiba besok untuk menjemput enam penumpang dari Australia, Selandia Baru, dan Jepang.
Kapal pesiar tersebut tidak akan bersandar langsung di pelabuhan, melainkan berlabuh di area jangkar. Penumpang dan sebagian awak kapal akan turun secara bertahap menggunakan perahu kecil menuju daratan, lalu menjalani pemeriksaan gejala dan karantina.
Pada Jumat, Direktur Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan pernyataan kepada warga Tenerife untuk meredakan kekhawatiran masyarakat. Ia mengatakan bahwa setelah evaluasi yang cermat, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat bagi penduduk setempat saat ini sangat rendah. Ia juga menegaskan bahwa hantavirus tipe Andes di kapal pesiar tersebut bukanlah “COVID-19 berikutnya”.
Sejak wabah merebak, sudah ada tiga orang meninggal dunia. Sebelumnya, lima penumpang yang turun di pelabuhan tujuan kapal di Cape Verde, Afrika Barat, juga dipastikan terinfeksi hantavirus.
Hantavirus tipe Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia dan memiliki tingkat kematian tinggi. Namun para ahli menilai kemampuan dan kecepatan penularannya relatif rendah, sementara ancaman utama tetap berasal dari kontak langsung dengan hewan pengerat yang terinfeksi.
Dilaporkan oleh reporter NTD, Zeng Wenxian dan Chi Xiao.





