Iran Mau Akhiri Perang, Minta Sanksi Dicabut dan Selat Hormuz Dibuka

medcom.id
19 jam lalu
Cover Berita
Washington: Iran dikabarkan ingin mengakhiri perang dengan Amerika Serikat dan sekutunya melalui proposal terbaru yang diajukan dalam proses negosiasi perdamaian. 
 
Dalam dokumen tersebut, Teheran meminta penghentian konflik secara total, pencabutan sanksi ekonomi, hingga pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
 
Laporan kantor berita semi resmi Pemerintah Iran Tasnim News Agency menyebut proposal itu juga meminta adanya jaminan agar tidak ada lagi serangan atau agresi terhadap Iran di masa mendatang.
  Baca juga:  Harga Minyak Melonjak Usai AS dan Iran Gagal Capai Kesepakatan Damai
Selain itu, Iran meminta Amerika Serikat mencabut sanksi terhadap penjualan minyak dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan awal tercapai. Pemerintah Iran juga menuntut aset-aset mereka yang dibekukan segera dilepaskan.

Namun, proposal tersebut langsung mendapat penolakan dari Presiden Donald Trump. Trump menyebut respons Iran “sama sekali tidak dapat diterima” melalui unggahan di media sosialnya.
 
Pemerintah AS menilai Iran belum memberikan kepastian terkait penghentian program pengembangan senjata nuklir. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan Teheran harus memperjelas bahwa mereka tidak berniat memiliki senjata nuklir jika ingin mencapai kesepakatan damai.
 
Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara dilaporkan terus bertukar proposal perdamaian melalui mediasi Pakistan. Delegasi Iran dan AS bahkan sempat bertemu di Islamabad pada April lalu, tetapi perundingan berakhir tanpa hasil konkret.
 
Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke sejumlah wilayah Iran pada akhir Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei, serta warga sipil.
 
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke target yang terkait dengan AS dan Israel di kawasan Timur Tengah. Iran juga memperketat pengawasan di Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia.
 
Situasi tersebut membuat pasar global terus memantau perkembangan konflik karena berpotensi mempengaruhi harga minyak, perdagangan internasional, hingga stabilitas ekonomi dunia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua DPR Sebut Isi Film Dokumenter Pesta Babi Sensitive: Harus Diantisipasi secara Baik
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
TNI AL Gerebek Sarang Narkoba di Belawan, 7 Orang Diamankan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita Penumpang Berdesakan Imbas KRL Green Line Gangguan di Stasiun Serpong
• 19 jam laludetik.com
thumb
Pacu Hilirisasi Industri Logam, 28 Smelter Mineral dan Tujuh Pengolahan Batu Bara Dibangun
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Oditur Militer Buka Peluang Periksa Dokter Andrie Yunus
• 15 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.