Pacu Hilirisasi Industri Logam, 28 Smelter Mineral dan Tujuh Pengolahan Batu Bara Dibangun

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Hingga kini terdapat 28 fasilitas smelter mineral serta tujuh fasilitas pengolahan batu bara yang sudah beroperasi maupun dalam proses pembangunan di Indonesia.

Pacu Hilirisasi Industri Logam, 28 Smelter Mineral dan Tujuh Pengolahan Batu Bara Dibangun. (Foto: Eugenia Siregar/IDX Channel)

IDXChannel — Pemerintah terus mempercepat transformasi industri logam nasional melalui hilirisasi mineral dan pengembangan industri berbasis energi hijau. Hingga kini terdapat 28 fasilitas smelter mineral serta tujuh fasilitas pengolahan batu bara yang sudah beroperasi maupun dalam proses pembangunan di Indonesia.

Ketua Tim Industri Logam Bukan Besi Direktorat Industri Logam Kementerian Perindustrian, Yasalini Kusuma Dewi, menegaskan bahwa penguatan industri logam menjadi bagian penting dari agenda industrialisasi nasional yang didorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:
Indonesia dan Filipina Bentuk Koridor Nikel ASEAN, Proyeksi Investasi Hilirisasi Capai USD47,36 M

“Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam strategi komoditas seperti nikel, alumunium, copper, dan zinc,” ucap Yasalini pada forum MET Connex 2026 MinE AiDiC, Strengthening Indonesia’s Metallurgy and Mining Industry: Towards Sustainable Growth and Global Competitiveness di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Ia menambahkan bahwa hilirisasi industri logam tidak lagi hanya berfokus pada ekspor bahan mentah, melainkan diarahkan untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi seperti komponen elektronik, kabel, hingga material pendukung transisi energi.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Selain itu, pengembangan aluminium hijau dinilai akan menjadi salah satu penopang utama industri masa depan, terutama karena kebutuhan aluminium meningkat di sektor otomotif, konstruksi, panel surya, elektronik, hingga infrastruktur energi.

Sementara itu, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral & Batu Bara Direktorat Mineral & Batu Bara Kementerian ESDM, Ahmad Syauqi, menyebut bahwa industri pengolahan masih menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2025 sebesar 1,6 miliar persen.

Baca Juga:
Kadin: Hilirisasi Jadi Magnet Investasi Baru di Tengah Ketidakpastian Global

“Secara khusus industri lokal dasar menumbuh luar biasa sebesar 15,71 persen didorong oleh tingginya permintaan luar negeri untuk baja dan logam mulia,” ucap Ahmad di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Ini membuktikan bahwa hilirisasi telah memperkuat ketahanan ekonomi nasional Indonesia. Ia juga menyoroti komitmen pemerintah dalam mendorong proyek hilirisasi melalui pembangunan berbagai fasilitas pengolahan mineral bernilai tambah tinggi, mulai dari pengolahan nikel, bauksit, tembaga, besi, emas, hingga timah.

Baca Juga:
Hilirisasi Pertambangan Perlu Dukungan Regulasi dan Penguatan Ekosistem Industri  

“Mari kita berperformasi dari sekedar eksportir-eksportir pemerintah menjadi pemain utama dan mengendalikan nilai global untuk kepentingan nasional yang terbaik,” tuturnya.

Reporter: Eugenia Siregar

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Penembakan Polisi di Lampung, Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Seadil-Adilnya
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Kemendagri Sebut Check In Hotel Bisa Pakai Fotokopi e-KTP
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Kronologi Lengkap Cerdas Cermat Empat Pilar MPR 2026 di Kalbar: dari Kesalahan Juri hingga Jadi Sorotan!
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Harga Emas Antam Naik Rp40.000, Tembus Rp2,89 Juta per Gram
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kebakaran Gudang Kimia di Kalideres Diwarnai Ledakan Beruntun
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.