Bisnis.com, SAMARINDA — Aksesibilitas permodalan bagi pelaku usaha mikro berbasis syariah di Kalimantan Timur memperoleh terobosan konkret melalui penyelenggaraan Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026.
Dalam rentang tiga hari, sebanyak 20 pelaku UMKM syariah berhasil meraih pembiayaan senilai Rp3,29 miliar dari tujuh lembaga keuangan syariah yang terlibat dalam program Business Matching dan Edukasi serta Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM).
Capaian pembiayaan tersebut menjadi sorotan utama dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia yang digelar di dua lokasi, yaotu Islamic Center Samarinda dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto menyatakan skema pertemuan langsung antara pelaku usaha dan penyandang dana ini dirancang untuk memangkas hambatan birokrasi yang selama ini menjadi tembok penghalang bagi UMKM dalam mengakses modal produktif.
"Total pengunjung KalaFest 2026 mencapai lebih dari 24.815 orang dan menjangkau lebih dari 702.483 audiens melalui platform digital," ujarnya acara penutupan di Islamic Center Samarinda, Minggu (10/5/2026).
Dia menambahkan, program BIMA ETAM yang bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim-Kaltara ini menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha syariah untuk berhadapan langsung dengan tujuh lembaga pembiayaan.
Baca Juga
- BI Balikpapan Gelar PESAN 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Kaltim
- Bontang Bidik Investasi 2026 Rp3,42 Triliun, Realisasi Kuartal I Tembus 23%
Di luar skema pembiayaan, KalaFest 2026 juga menggelar Gerakan Pangan Murah serentak di tujuh wilayah a.l Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Bontang, Berau, dan Mahakam Ulu yang melibatkan puluhan UMKM dengan total transaksi mencapai Rp670,03 juta.
Tak pelak, langkah ini menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada instrumen keuangan, tetapi juga menyasar pasar riil yang langsung dirasakan masyarakat.
Festival ini mengusung tiga tema strategis, pembiayaan dan keuangan sosial syariah, halal lifestyle, serta digitalisasi, literasi, dan edukasi ekonomi syariah.
Adapun, Bayu menuturkan ketiga pilar tersebut dirancang untuk memberdayakan, memperkuat, serta mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis nilai Islam di Benua Etam.





