Trump Sebut Proposal Iran Tak Dapat Diterima, Teheran Balas dengan Ancaman

mediaindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita

KETEGANGAN antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan Teheran siap memberikan respons keras terhadap setiap bentuk agresi, menyusul penolakan Presiden AS Donald Trump atas proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang.

"Angkatan bersenjata kami siap memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada setiap agresi," tulis Qalibaf dalam unggahannya di platform X dilansir Anadolu, Selasa (12/5).

Ia menegaskan Iran telah menyiapkan berbagai opsi menghadapi perkembangan situasi dan memperingatkan pihak lawan akan terkejut.

Baca juga : Trump Tolak Syarat Iran, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas

Dalam pernyataan terpisah, Qalibaf menekankan tidak ada alternatif lain selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana tertuang dalam proposal 14 poin yang diajukan Teheran.

"Tidak ada alternatif, selain menerima hak-hak rakyat Iran," tulisnya.

Ia menambahkan pendekatan di luar itu hanya akan berujung pada kegagalan.

Baca juga : Iran Klaim Proposal Perdamaian ke AS Demi Stabilitas Timur Tengah

"Pendekatan lain akan sepenuhnya tidak menghasilkan apa-apa, hanya kegagalan demi kegagalan," ujarnya.

Qalibaf juga menyinggung dampak ekonomi dari kebuntuan diplomatik tersebut bagi Washington.

"Semakin lama mereka mengulur waktu, semakin banyak uang pajak Amerika yang akan menanggungnya," tambahnya.

Secara terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengkritik langkah yang dipimpin Amerika Serikat terkait rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Selat Hormuz.

Melalui unggahan di X, Gharibabadi menilai upaya AS bersama sejumlah mitra regional bertujuan mendistorsi realitas terkait situasi di jalur pelayaran strategis tersebut.

Ia menegaskan bahwa kebebasan navigasi tidak dapat ditafsirkan secara selektif maupun dipisahkan dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menurutnya, setiap inisiatif keamanan maritim yang mengabaikan penggunaan kekuatan, blokade angkatan laut, dan ancaman berkelanjutan terhadap Iran tidak akan memiliki netralitas maupun kredibilitas.

Gharibabadi juga menegaskan proposal apa pun mengenai Selat Hormuz yang tidak mengakui agresi serta hak sah Iran untuk mempertahankan kepentingan keamanannya akan menjadi usulan yang bias, politis, dan pasti gagal.

Peringatan tersebut muncul setelah Trump menolak tanggapan terbaru Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan Washington.

Trump menyebut respons Teheran sebagai hal sama sekali tidak dapat diterima.

Sejumlah pejabat dan media Iran menyebut proposal Teheran difokuskan pada penghentian perang, pencabutan sanksi ekonomi, serta pemulihan keamanan maritim di Selat Hormuz.

Konflik antara kedua negara memanas sejak 28 Februari setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran melalui serangan terhadap Israel dan sekutu Washington di kawasan Teluk, disertai penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen, sementara gencatan senjata diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditentukan. (Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Temui Xi Jinping, Trump Sanksi 12 Entitas Penjual Minyak Iran ke Tiongkok
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Diam-diam Orang Indonesia Kebanyakan Gula, Gigi Jadi Korban Pertama? Ini Solusi Proteksinya
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Gudang Motor Ilegal di Jaksel Sempat Dikira Dealer Resmi
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Perkuat Pengawasan, BPJPH-Barantin Teken MoU Sinergi Jaminan Produk Halal
• 6 jam laludetik.com
thumb
Evakuasi Selesai, Kapal MV Hondius yang Terdampak Hantavirus Segera ke Belanda
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.