Kisah Helmi, Mewarisi Sang Ayah Berangkat ke Baitullah, Jadih CJH Termuda Jeneponto

terkini.id
17 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Jeneponto – Di usia yang baru menginjak 18 tahun, Helmi binti Basri telah mencatat sejarah tersendiri di Kabupaten Jeneponto. Gadis kelahiran Desa Bontoconi, Kecamatan Rumbia ini resmi berangkat menuju Tanah Suci Mekkah pada musim haji tahun 2026, tercatat sebagai jamaah calon haji (JCH) termuda yang berasal dari daerah Kabupaten Jeneponto. Ia tidak berangkat atas nama dirinya sendiri semata, melainkan melangkah menggenapi janji suci dan cita-cita mulia yang ditinggalkan oleh sang ayah, Basri, yang telah dipanggil ke rahmatullah pada tahun 2022 silam.

Helmi tergabung dalam rombongan Kloter 31 Embarkasi Makassar. Ia melangkah penuh haru, membawa doa ibunya, kebanggaan kedua kakaknya, serta harapan niat suci mewujudkan impian ayahnya. Mewakili sang ayah melaksanakan ibadah yang menjadi impian seumur hidupnya. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Helmi tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana yang penuh kehangatan dan nilai-nilai agama yang kuat. Ia adalah buah hati dari pasangan Basri dan Surya Mallasuang.

Keringat Ayah, Pengorbanan Ibu

Semasa hidupnya, Basri dikenal sebagai petani pekerja keras. Ia menghidupi istri dan ketiga anaknya semata dari hasil bertani di ladang miliknya. Setiap tetes keringatnya menjadi penopang kehidupan keluarga, sekaligus menjadi jalan untuk mengumpulkan tabungan demi satu cita-cita terbesarnya, pergi beribadah haji ke Baitullah. Sayangnya, takdir berkata lain. Sebelum impian itu tercapai, Basri dipanggil pulang menghadap Sang Pencipta, meninggalkan istri dan anak-anak yang masih butuh bimbingan serta nafkah.

Kehidupan pun berubah drastis bagi keluarga ini. Surya Mallasuang, sang ibu, harus bangkit memikul tanggung jawab ganda. Tanpa kenal lelah, ia mulai berjualan kue demi mencukupi kebutuhan sehari-hari ketiga anaknya. Kiasan seorang Ibu bangun jam 3 pagi setiap hari untuk membuat kue, baru berkeliling menjualnya hingga sore. Kadang hujan, kadang terik matahari, tak pernah ia mengeluh.

Melihat perjuangan ibu yang semakin menua, Helmi pun memutuskan turun tangan membantu. Di usia yang masih sangat muda, ia berani merantau jauh ke Pulau Maluku dan bekerja di sebuah perusahaan. Semua penghasilannya dikirim pulang untuk meringankan beban ibunya, sekaligus diam-diam menyimpan harapan agar suatu hari nanti ia bisa melanjutkan apa yang ditinggalkan ayahnya.

Menggantikan Ayah, Melangkah ke Tanah Suci

Kabar menggembirakan pun datang. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, nama Basri yang telah terdaftar sebagai calon jamaah haji dapat dialihkan kepada ahli warisnya. Maka, dipilihlah Helmi untuk mewarisi hak sekaligus melanjutkan cita-cita suci itu. “Saat mendengar kabar itu, ibu menangis terharu. Beliau bilang, ini adalah hadiah terindah dari Allah dan amanah mulia dari ayah,” tutur Helmi dengan mata berkaca-kaca saat ditemui Terkini.id, Selasa, 12 Mei 2026 di Masjid Agung yang sedang persiapan pelepasan pemberangkatannya.

Ia mengaku, merasa sangat berat sekaligus terhormat memikul amanah ini. “Ayah tak sempat menginjakkan kaki di Tanah Suci. Maka, langkah saya ke Mekkah nanti adalah langkahnya juga. Setiap sujud saya, setiap doa saya, saya panjatkan untuknya, untuk ibu, dan keluarga tercinta,” katanya mantap.

Angka Jamaah Haji Jeneponto 2026

Tahun ini, Kabupaten Jeneponto mengirimkan total 32 orang calon jamaah haji untuk musim ibadah 1447 Hijriah / 2026 Masehi. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 15 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Keberangkatan Helmi sebagai jamaah termuda ini menjadi catatan istimewa sekaligus menginspirasi banyak keluarga lain. Ia membuktikan bahwa meski hidup dalam keterbatasan, ketekunan, kesabaran, dan keyakinan yang kuat akan membawa manusia meraih kemuliaan, bahkan mewujudkan impian yang tertunda.

Sebelum berangkat, Helmi sempat berpesan: “Semoga perjalanan saya ini menjadi berkah, bukan hanya untuk keluarga saya, tapi juga untuk seluruh warga Jeneponto. Semoga apa yang ayah tanamkan lewat keringatnya, berbuah pahala yang terus mengalir lewat ibadah saya nanti.”

Di usia 18 tahun, Helmi bukan sekadar anak muda yang pergi beribadah. Ia adalah bukti nyata bahwa cinta anak kepada orang tua bisa melampaui batas kematian, dan cita-cita suci tidak akan pernah mati—selalu ada jalan bagi yang berkeyakinan kuat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Peringatkan Potensi Awan Cumulonimbus 12-18 Mei 2026, Cek Wilayah yang Risiko Tinggi
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Emas Antam Melesat Rp 40 Ribu Jadi Rp 2,85 Juta/Gram, di Galeri24 Rp 2,81 Juta
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Tas Chanel hingga McLaren, DJKN dan KPKNL Jakarta IV Buka Lelang Barang Rampasan Kejaksaan RI
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Menteri PKP Tinjau Rumah Tak Layak Huni Program BSPS 2026 di Jateng
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Inflasi konsumen China lanjutkan pemulihan moderat
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.