JAKARTA, KOMPAS TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terbaru terkait sebaran awan Cumulonimbus (Cb) yang diprediksi akan menyelimuti wilayah Indonesia pada 12 hingga 18 Mei 2026.
Dalam pembaruan data kali ini, wilayah Aceh dan Kalimantan Tengah ditetapkan dalam status siaga karena masuk kategori risiko tinggi.
Awan Cumulonimbus merupakan fenomena atmosfer yang sangat diwaspadai, terutama bagi keselamatan transportasi.
Baca Juga: BMKG Rilis Potensi Awan Cumulonimbus 11-17 Mei 2026, Ini Rincian Wilayahnya
Awan jenis ini berpotensi memicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai badai petir, hingga ancaman turbulensi hebat bagi penerbangan.
Berdasarkan pemodelan cuaca numerik BMKG, sejumlah wilayah masuk dalam kategori Frequent (FRQ), yakni kondisi di mana cakupan spasial awan Cumulonimbus mencapai lebih dari 75 persen.
Wilayah yang masuk zona merah ini meliputi:
- Daratan: Aceh, Kalimantan Tengah, dan Maluku.
- Perairan: Laut Jawa bagian timur, Laut Banda, dan Laut Arafuru bagian barat.
- Samudra: Samudra Hindia di bagian barat Aceh serta barat Kepulauan Mentawai.
Kepadatan awan yang sangat masif di wilayah-wilayah tersebut menuntut kewaspadaan ekstra dari para operator transportasi, mengingat risiko gangguan cuaca yang sangat tinggi.
Selain zona merah, BMKG juga memetakan wilayah dengan kategori Occasional (OCNL), di mana cakupan awan berkisar antara 50 hingga 75 persen.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang 12–13 Mei 2026, Ini Wilayahnya
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- cuaca ekstrem Mei 2026
- keselamatan penerbangan
- prakiraan cuaca BMKG
- cuaca hujan





