-
-
-
-
-
Selebgram Ayu Aulia belum lama ini membuat unggahan yang mengejutkan melalui Instagram milinya. Dalam unggahan tersebut, Ayu Aulia curhat bahwa rahimnya harus diangkat lantaran perbuatan seorang Bupati berinisial R.
Hal ini bermula dari curhatan Ayu Aulia yang mengklaim ada seorang Bupati berinisial R yang merenggut sesuatu yang berharga dari dirinya dan tidak akan pernah kembali.
"Tidak semua luka berdarah di luar. Gimana kabar Pak Bupati inisial R?Masih bisa happy di atas penderitaan aku?," tulis Ayu Aulia.
Setelah unggahannya itu menjadi viral di media sosial, tampaknya bupati R yang dimaksud Ayu Aulia telah memberikan klarifikasi dan mengatakan bahwa hubungan keduanya sudah berlalu. Wanita berusia 31 tahun itu pun kembali meradang dan menyebut bahwa klaim masa lalu dari Bupati R itu tidak berdasar. Pasalnya tahun lalu sang bupati masih memberikan perhatian kepada Ayu Aulia.
"Kamu boleh menyebutku masa lalu di depan publik. Tapi hati nuranimu tahu, tahun lalu kamu masih datang, mengajak bertemu, makan bersama, bahkan menunjukkan perhatian yang tidak mungkin dilakukan seseorang kepada 'masa lalu' yang benar-benar sudah selesai," ujar Ayu Aulia.
"Jadi jangan membentuk narasi seolah aku mengada-ada hanya demi menjaga citramu sendiri. Kejujuran jauh lebih terhormat daripada menyangkal seseorang yang pernah kamu dekati dengan sadar," tegasnya.
Melalui fitur Q&A tersebut, Ayu aulia sedikit demi sedikit membongkar sosok Bupati R tersebut. Termasuk keadaan rahimnya yang harus diangkat lantaran telah rusak. Hal tersebut dikarenakan Ayu Aulia pernah melakukan aborsi beberapa tahun lalu. Kejadian tersebut diakui Ayu Aulia masih membekas di hati dan pikirannya hingga saat ini.
"Kehilangan rahim, kehilangan masa depan yang dulu aku bayangkan, dan menjalani semua sendirian bukan hal kecil untuk dilupakan begitu saja. Sementara kamu memilih menyangkal, menyebutku masa lalu, dan bertindak seolah semuanya tidak pernah berarti," bebernya.
Ayu Aulia juga sempat memdoakan agar tidak ada lagi perempuan atau bahkan keluarga sang Bupati yang akan mengalami kejadian sepertinya.
"Aku hanya berharap, semoga tidak akan ada perempuan lain-atau bahkan keluargamu sendiri suatu hari nanti- yang merasakan sakit yang sama seperti yang aku rasakan hari ini," imbuh Ayu Aulia. (ND)





