KAI Akan Tutup Pelintasan Sebidang Tak Resmi di Kawasan Tebet Jaksel

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menutup sejumlah perlintasan sebidang ilegal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, demi keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat.

Langkah awal dilakukan dengan sosialisasi kepada warga sekitar melalui pemasangan spanduk larangan melintas di beberapa titik perlintasan antara Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang, Selasa (12/5/2026).

Spanduk berwarna kuning itu bertuliskan, “Awas Berbahaya Kereta Api Melintas. Dilarang Melintasi Jalan Rel Ini!” dengan tulisan merah mencolok.

Baca juga: Pembangunan Tugu Tragedi di Stasiun Bekasi Timur Masih dalam Pembahasan KAI

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan penutupan dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan liar.

“Betul, untuk keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat, perlintasan-perlintasan liar yang membahayakan akan kami tutup,” kata Franoto kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa.

Sedikitnya terdapat 11 titik perlintasan ilegal yang telah didata PT KAI untuk ditutup dalam waktu dekat.

Baca juga: KAI Larang Jasa Angkat Motor di Jalur Rel Cibitung Bekasi, Akses Akan Ditutup

Setelah itu, penutupan juga akan dilakukan pada perlintasan lain di antara Stasiun Cawang dan Stasiun Manggarai.

Rencana tersebut mulai disosialisasikan kepada warga dan penjaga portal setempat.

Salah satu penjaga perlintasan, Ridho (24), mengatakan petugas KAI telah memberikan informasi mengenai rencana penutupan pada Selasa pagi.

“Iya tadi ada sosialisinya, cuma bilang mau ada (perlintasan) yang ditutup. Tapi enggak tahu di mana,” ujar Ridho saat ditemui di salah satu perlintasan di Jalan Tebet Timur Dalam XI, Selasa.

Baca juga: 17 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Masih Dirawat, KAI: Pendampingan Kami Full!

Ridho menyayangkan rencana penutupan tersebut.

Menurut dia, perlintasan yang dijaga warga justru membantu mobilitas masyarakat karena menjadi akses penghubung menuju Kebon Baru maupun arah sebaliknya.

Ia juga menyebut, PT KAI sebelumnya sempat menambah permukaan beton di lokasi tersebut untuk memudahkan kendaraan melintas.

Di lokasi itu, portal dibuka dan ditutup secara manual menggunakan tali oleh warga yang berjaga sambil memantau pergerakan kereta.

Baca juga: KAI Akan Tutup 235 Pelintasan Berisiko, 1.864 Titik Sebidang Masuk Daftar Rawan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ridho mengklaim, tidak ada kecelakaan di perlintasan tersebut sejak dibuat pada era 1990-an karena penjagaan dilakukan selama 24 jam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK periksa Plt Wali Kota Madiun guna dalami permintaan CSR oleh Maidi
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
DPR Soroti Minimnya Perlindungan Jaminan Sosial Pekerja Informal, Dorong Penguatan Skema PBI
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Viral Aksi Kylian Mbappe Unggah Skor Real Madrid vs Barcelona Tuai Kontroversi! Picu Kemarahan Fans, Dianggap Mengejek Tim Sendiri
• 17 jam laluharianfajar
thumb
PPATK Perkuat Pemberantasan Judi Online Setelah Penangkapan 320 WNA di Jakarta
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Daftar Harga Toyota Fortuner Terbaru Per Mei 2026
• 16 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.