Bandar Abbas Meledak Tengah Malam! Kapal Tanker Iran Terbakar, Selat Hormuz Lumpuh Total

erabaru.net
16 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam pada 9 Mei 2026, setelah kota pelabuhan strategis Bandar Abbas di Iran dilaporkan diguncang ledakan besar pada malam hari. Insiden tersebut terjadi di tengah memanasnya konflik di Selat Hormuz yang dalam beberapa pekan terakhir telah menjadi pusat konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Menurut keterangan warga setempat, ledakan terdengar sangat keras dan memicu kepanikan di sejumlah wilayah kota. Hingga kini belum ada penjelasan resmi yang benar-benar memastikan penyebab ledakan tersebut. Sebagian laporan menduga ledakan berasal dari serangan baru terhadap fasilitas strategis Iran, sementara sumber lain menyebut kemungkinan ledakan dipicu oleh amunisi sisa perang yang belum meledak dan kemudian meledak secara tidak sengaja.

Bandar Abbas sendiri merupakan salah satu kota pelabuhan paling penting milik Iran dan memiliki posisi sangat strategis di kawasan Selat Hormuz. Kota ini menjadi pusat aktivitas militer dan perdagangan energi Iran, sekaligus jalur vital yang menghubungkan ekspor minyak dan gas dunia menuju pasar internasional.

Dalam satu minggu terakhir, kawasan Bandar Abbas dan wilayah sekitarnya memang terus berada dalam tekanan besar. Beberapa ledakan sebelumnya disebut berasal dari operasi militer Amerika Serikat, sementara sejumlah insiden lain masih diselimuti misteri karena tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.

Empat Kapal Tanker Iran Terbakar di Teluk Jask

Pada hari yang sama, situasi di Selat Hormuz juga kembali memburuk setelah citra satelit terbaru menunjukkan empat kapal tanker minyak Iran mengalami kebakaran di wilayah Teluk Jask bagian timur.

Kapal-kapal tersebut diketahui sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat. Dalam citra yang beredar, salah satu kapal tanker jenis Suezmax terlihat mengalami kebakaran hebat dengan asap hitam membumbung tinggi ke udara.

Sebuah kapal pemadam kebakaran tampak berusaha mendekati tanker super besar lain yang terus mengeluarkan asap tebal. Sementara itu, satu kapal tanker lainnya terlihat terbakar perlahan tanpa kobaran api besar, namun terus mengeluarkan asap dan mulai mengalami kebocoran bahan bakar.

Yang paling menyita perhatian dunia internasional adalah lokasi kapal-kapal tersebut berada tepat di depan pangkalan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran.

Dari citra satelit juga terlihat bahwa seluruh kapal sebenarnya berada tidak jauh dari garis pantai, namun tidak ada satu pun yang menunjukkan tanda-tanda bergerak. Seluruh kapal tampak lumpuh dan terus mengeluarkan asap hitam.

Banyak analis menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa serangan Amerika Serikat benar-benar berhasil melumpuhkan armada tanker Iran di kawasan tersebut.

Garda Revolusi Iran Ancam Balas Serangan

Menyusul insiden itu, Angkatan Laut Garda Revolusi Iran pada 9 Mei mengeluarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang menyerang kapal tanker Iran.

Mereka menegaskan bahwa setiap serangan terhadap kapal Iran akan dibalas dengan aksi militer balasan.

Namun situasi di lapangan menunjukkan bahwa target serangan kini tampaknya bukan lagi sekadar kapal yang melintas di jalur pelayaran internasional, melainkan juga pelabuhan-pelabuhan penting Iran di sepanjang pesisir Teluk Persia.

Tekanan terhadap Tehran semakin besar karena di satu sisi Iran masih menolak proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat, tetapi di sisi lain pemerintah Iran terus berusaha mencari dukungan dari negara-negara kawasan Teluk.

Kapal LNG Qatar Berhasil Melintas, Kendali Iran Dipertanyakan

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, laporan terbaru Bloomberg menyebut sebuah kapal pengangkut gas alam cair (LNG) milik Qatar telah menyelesaikan proses pemuatan di Ras Laffan pada awal Mei dan kini berlayar melalui jalur utara dekat Pulau Qeshm dan Pulau Larak.

Menurut laporan yang beredar, jalur tersebut disebut sebagai rute yang telah mendapatkan izin khusus dari Iran.

Namun muncul pertanyaan besar mengenai kemampuan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz.

Banyak pihak kini menilai bahwa kapal Qatar itu bukan “dibiarkan lewat” oleh Iran, melainkan Iran sudah tidak lagi memiliki kemampuan penuh untuk melakukan pencegatan terhadap kapal asing.

Apabila kapal LNG Qatar tersebut benar-benar berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman, maka itu akan menjadi ekspor LNG pertama Qatar melalui jalur tersebut sejak konflik pecah pada Februari 2026 lalu.

Sejumlah analis juga menyoroti kontradiksi besar yang terjadi di lapangan.

Mereka menilai, apabila Iran benar-benar masih menguasai Selat Hormuz sepenuhnya, maka seharusnya tidak akan muncul situasi di mana kapal-kapal tanker Iran sendiri justru terbakar dan lumpuh, sementara kapal negara lain dapat melintas dengan aman.

Karena itu, mulai muncul dugaan kuat bahwa Iran kemungkinan besar telah kehilangan kendali efektif atas sebagian wilayah Selat Hormuz.

Rubio dan Utusan Khusus AS Bertemu Perdana Menteri Qatar

Di tengah situasi yang semakin rumit, laporan terbaru Axios menyebut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, bersama utusan khusus AS Steve Witkoff pada 9 Mei 2026 bertemu dengan Perdana Menteri Qatar di Miami.

Pertemuan tersebut disebut membahas kembali upaya mendorong tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, sekaligus membicarakan stabilitas jalur energi global di kawasan Teluk.

Washington sendiri disebut masih memberikan tambahan waktu kepada Tehran untuk mempertimbangkan proposal perdamaian Amerika Serikat. Namun Presiden Donald Trump sebelumnya telah menegaskan bahwa waktu tersebut tidak akan diberikan tanpa batas.

Iran Mulai Menargetkan Kabel Internet Bawah Laut

Di saat tekanan militer terus meningkat, Iran kini disebut mulai menggunakan strategi baru di Selat Hormuz dengan mengkombinasikan tekanan militer dan kontrol infrastruktur digital.

Media Garda Revolusi Iran, Fars News Agency, pada 9 Mei melaporkan bahwa Iran telah “menguasai sepenuhnya” tujuh jalur kabel internet bawah laut yang melintasi Selat Hormuz.

Iran bahkan menyatakan bahwa seluruh operator asing wajib mengajukan izin kepada Tehran, membayar biaya transit, dan mematuhi apa yang mereka sebut sebagai “hukum Iran”.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran internasional karena kabel-kabel bawah laut itu merupakan jalur utama lalu lintas data digital antara Eropa, kawasan Teluk, dan Asia.

Kabel tersebut sangat penting bagi aktivitas internet, layanan perbankan, komunikasi digital, hingga layanan cloud di negara-negara Teluk.

Iran juga mengklaim akan menggunakan perusahaan domestiknya untuk menjalankan “hak kontrol eksklusif” atas pengelolaan dan pemeliharaan kabel-kabel tersebut.

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran memang pernah mengancam bahwa infrastruktur kabel bawah laut di kawasan dapat dijadikan target serangan apabila konflik terus meningkat.

Meski demikian, hingga kini klaim Iran mengenai penguasaan penuh terhadap jaringan kabel bawah laut tersebut masih sulit diverifikasi secara independen.

Selat Hormuz Nyaris Lumpuh Total

Menurut informasi terbaru yang beredar pada 9 Mei 2026, volume pelayaran komersial di Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir dilaporkan turun hingga nol.

Artinya, tidak ada satu pun kapal dagang yang tercatat melintas di jalur laut strategis tersebut.

Situasi ini menunjukkan bahwa krisis di Selat Hormuz kini telah memasuki fase yang jauh lebih serius dibanding sebelumnya.

Bukan hanya kapal dagang asing yang kesulitan melintas, tetapi bahkan kapal Iran sendiri disebut telah dicegat sepenuhnya oleh kekuatan militer Amerika Serikat.

Sejumlah pengamat menilai langkah Iran saat ini kemungkinan merupakan bagian dari strategi tawar-menawar menjelang negosiasi lanjutan dengan Washington.

Namun sampai saat ini, hasil akhir pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran masih belum menunjukkan kepastian yang jelas, sementara situasi militer di kawasan terus bergerak menuju kondisi yang semakin berbahaya. (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
News Terpopuler: Tanggapan Dedi Mulyadi Soal Laga Persib vs Persija, hingga Ponpes di Mesuji Dibakar Warga
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Begal Anak SMA saat Berangkat Sekolah di Binjai
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Siaga Perang AS-Iran Bisa Pecah Jadi Perang Nuklir
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Timnas U-17 Indonesia Gagal Pertahankan Tren Lolos Piala Dunia
• 46 menit lalumedcom.id
thumb
Purbaya Mau Aktifkan Bond Stabilization Fund Besok, Apa Itu?
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.