Memilukan! Setidaknya 372 warga sipil Afghanistan telah tewas dalam konflik antara pasukan pemerintah Taliban dan Pakistan dalam tiga bulan pertama tahun ini. Demikian terungkap dalam laporan PBB pada hari Selasa (12/5), dengan lebih dari setengah kematian tersebut disebabkan oleh serangan udara terhadap fasilitas rehabilitasi narkoba di Kabul, ibu kota Afghanistan.
Hubungan antara Islamabad dan Kabul telah tegang sejak Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021. Ketegangan itu kemudian meledak pada Februari lalu menjadi apa yang disebut oleh menteri pertahanan Pakistan sebagai "perang terbuka".
Islamabad menuduh pemerintah Taliban di Afghanistan melindungi para militan di balik peningkatan serangan -- khususnya Taliban Pakistan, yang telah melancarkan kampanye kekerasan selama bertahun-tahun.
Para pejabat Afghanistan membantah tuduhan tersebut. Mereka balik menuding pemerintah Pakistan melindungi kelompok-kelompok militan dan tidak menghormati kedaulatannya.
"Antara 1 Januari dan 31 Maret 2026, UNAMA mendokumentasikan total 372 warga sipil tewas dan 397 luka-luka akibat kekerasan bersenjata lintas batas antara pasukan keamanan Afghanistan dan pasukan militer Pakistan," kata Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA), dilansir kantor berita AFP, Selasa (12/5/2026).
Dalam tanggapan tertulis terhadap laporan tersebut, Islamabad mengatakan 130 warga sipil dan personel keamanan Pakistan tewas sejak awal tahun ini.
Bentrokan lintas perbatasan yang telah berlangsung lama antara Afghanistan dan Pakistan meningkat pada Oktober tahun lalu, menyebabkan puluhan orang tewas. Setelah itu situasi sempat mereda, sebelum bentrokan kembali terjadi pada akhir Februari lalu.
(ita/ita)





