JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua DPR RI Puan Maharani mengaku belum mengetahui jalan cerita film dokumenter pesta babi.
Meski demikian, ia berjanji pihaknya akan menindaklanjuti persoalan pembubaran nonton bareng film dokumenter pesta babi.
BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 12 Mei 2026 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Aksi
"Saya dengar bahwa isi atau judul dari film tersebut tentu saja sensitif dan apa isi dan isi filmnya itu saya juga tidak tahu, namun kami akan tindak lanjuti di DPR," kata Puan di Kompleks Parlemen, Selasa, 12 Mei 2026.
Ketua DPP PDIP ini menilai apabila konten dalam film tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif atau keresahan di masyarakat, maka langkah antisipasi perlu dilakukan secara bijak dan proporsional.
“Kalau memang itu kemudian membuat hal yang sensitif tersebut tidak baik di masyarakat, tentu saja harus diantisipasi dengan baik juga,” jelasnya.
BACA JUGA:Selundupkan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam, WN India Diciduk Bea Cukai Soetta
Meski demikian, DPR menekankan penanganan polemik tersebut harus dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, termasuk melalui penjelasan resmi dari pihak terkait.
Karena itu, DPR berencana meminta komisi terkait untuk memanggil dan meminta keterangan mengenai persoalan tersebut guna memperoleh gambaran yang lebih jelas.
“Namun harus ditindaklanjuti sesuai dengan baik dan karenanya kami juga di DPR akan meminta komisi terkait meminta penjelasan terkait dengan hal tersebut,” pungkasnya.
Sebagai informasi, aksi nonton bareng (Nobar) film dokumenter berjudul 'Pesta Babi' karya Dandhy Laksono di sejumlah daerah dibubarkan secara paksa oleh TNI hingga pihak universitas.
BACA JUGA:MPR Buka Suara Soal Insiden Lomba Cerdas Cermat di Pontianak, Malah Salahkan Audio?
Setidaknya ada dua lokasi pembubaran aksi nobar film tersebut di Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat serta di Ternate Tengah, Maluku Utara.
Film dokumenter 'Pesta Babi' menyoroti hilangnya hutan di Papua usai dikonversi menjadi perkebunan industri dengan mengatasnamakan ketahanan pangan dan transisi energi.
Film ini juga merekam perjuangan masyarakat Papua dalam mempertahankan tanah leluhur mereka.





