Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani meminta pemerintah dan Bank Indonesia segera mengantisipasi tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Jangan sampai gejolak global berdampak terhadap ekonomi Indonesia.
Puan mengatakan DPR akan meminta penjelasan dari pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait langkah yang disiapkan untuk menghadapi tekanan ekonomi tersebut. Ia menilai kondisi nilai tukar rupiah tidak bisa dilepaskan dari situasi global yang saat ini tengah bergejolak.
"Tentu saja kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut," kata Puan dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut dia, DPR dalam masa sidang mendatang juga akan mulai membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai dasar penyusunan APBN 2027.
Baca Juga :
Ketua DPR: Disiplin Fiskal Harus Jadi Prioritas di Tengah Ketegangan GlobalPuan menegaskan tekanan ekonomi yang terjadi saat ini bukan hanya dialami Indonesia, melainkan juga dipengaruhi kondisi global. Karena itu, ia meminta pemerintah dan Bank Indonesia menyiapkan langkah mitigasi sejak dini agar dampaknya tidak semakin besar terhadap ekonomi nasional.
"Apa yang akan dilakukan oleh pemerintah termasuk dengan BI, situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu nantinya akan membuat Indonesia jadi terpuruk," ungkap Puan.
Ilustrasi rupiah. Foto: MI.
Eks Menteri Koordinoator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko) itu juga menekankan langkah antisipasi tidak cukup hanya dilakukan untuk jangka pendek. Antisipasi yang dibuat harus menjadi bagian dari strategi fiskal dan ekonomi hingga 2027.
Menurut dia, stabilitas ekonomi nasional perlu dijaga sejak awal. Sehingga tekanan global tidak mengganggu pembangunan dan kondisi masyarakat.
"Jadi, harus diantisipasi sejak awal bukan hanya tahun ini tapi juga sampai tahun 2027," pungkas Puan.




