Jakarta, VIVA – Pola konsumsi masyarakat Indonesia perlahan mulai berubah, terutama dalam urusan makanan dan minuman harian di rumah. Jika dulu gula putih menjadi pilihan utama untuk berbagai kebutuhan dapur, kini semakin banyak keluarga mulai melirik pemanis alternatif seperti gula aren dan gula kelapa.
Tren ini terlihat dari meningkatnya kebiasaan membuat minuman dan makanan sendiri di rumah. Mulai dari kopi susu rumahan, teh rempah, wedang jahe, jamu, hingga dessert sederhana kini semakin sering dibuat sendiri oleh keluarga, terutama setelah gaya hidup memasak di rumah kembali populer dalam beberapa tahun terakhir. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Selain alasan praktis dan hemat biaya, banyak orang mulai lebih memerhatikan bahan yang digunakan dalam konsumsi sehari-hari. Pemanis berbasis nira pun dianggap memiliki cita rasa khas yang lebih cocok untuk berbagai menu tradisional maupun modern.
Tidak sedikit keluarga yang kini menggunakan gula aren cair untuk campuran es kopi atau dessert karena dinilai lebih mudah larut. Sementara gula aren bubuk mulai banyak dipakai untuk minuman hangat dan camilan rumahan seperti puding, cookies, hingga oatmeal.
Di sisi lain, gula kelapa juga kembali populer berkat maraknya minuman tradisional yang kembali diminati generasi muda. Menu seperti jamu, wedang jahe, dan teh rempah kini tak lagi identik dengan konsumsi orang tua, tetapi mulai hadir di kafe hingga dapur rumah tangga modern.
Perubahan kebiasaan konsumsi ini turut diamati pelaku industri makanan dan minuman. Salah satunya CV Jagoan Food melalui brand Palmarie yang memproduksi gula aren dan gula kelapa sejak 2019.
Direktur CV Jagoan Food, Arie Adrian, menilai masyarakat kini semakin selektif dalam memilih bahan makanan, termasuk jenis pemanis yang digunakan sehari-hari.
“Perubahan pola konsumsi keluarga mulai terlihat. Banyak konsumen sekarang lebih memerhatikan bahan yang digunakan dalam makanan dan minuman sehari-hari, termasuk jenis pemanis yang mereka pilih,” ujar Arie Adrian dalam keterangannya, dikutip Selasa 12 Mei 2026.
Menurutnya, kebutuhan konsumen rumah tangga juga berbeda dibanding pelaku usaha kuliner. Faktor praktis dan fleksibel menjadi pertimbangan utama keluarga saat memilih bahan dapur.





