Antisipasi Hantavirus, Bandara Soetta Perketat Pengawasan Turis dari 4 Negara

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Soetta (Soekarno-Hatta) meningkatkan pengawasan terhadap kedatangan turis internasional dari empat negara yang terindikasi memiliki kasus Hantavirus.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan, guna mencegah masuknya penyakit menular ke Indonesia melalui jalur penerbangan internasional.

Kepala BBKK Bandara Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, mengatakan bahwa pengawasan ekstra diberlakukan terhadap penerbangan yang berasal dari Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama. Negara-negara tersebut menjadi perhatian khusus, setelah adanya laporan kasus Hantavirus yang terdeteksi secara internasional.

Menurutnya, penguatan sistem pengawasan dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat terhadap para pelaku perjalanan udara. Setiap penumpang diwajibkan mengisi deklarasi kesehatan melalui aplikasi Satu Sehat sebelum memasuki wilayah Indonesia.

"Pencegahan menjadi langkah utama untuk menekan risiko penyebaran penyakit menular di pintu masuk negara," kata Naning, seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan pemantauan langsung melalui thermal scanner, serta observasi visual untuk mendeteksi gejala awal penyakit menular.

Jika ditemukan penumpang dengan indikasi gangguan kesehatan tertentu, tim medis bandara akan melakukan pemeriksaan lanjutan secara lebih mendalam.

BBKK Soetta juga menyiapkan jalur penanganan khusus bagi penumpang yang terindikasi membawa penyakit menular. Fasilitas tersebut dilengkapi ambulans khusus yang digunakan untuk proses rujukan ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.

Peningkatan pengawasan ini dilakukan menyusul adanya laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terkait kasus kematian akibat Hantavirus pada sejumlah penumpang kapal pesiar. Kondisi tersebut mendorong otoritas kesehatan di berbagai negara untuk meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk internasional.

Hantavirus diketahui dapat menular melalui paparan urin, air liur, maupun kotoran tikus yang terkontaminasi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta menjaga daya tahan tubuh, agar terhindar dari risiko penularan.

Pihak BBKK menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperbarui sesuai perkembangan situasi global. Jika terdapat tambahan negara dengan temuan kasus serupa, maka prosedur pemeriksaan dan pengawasan akan disesuaikan, demi menjaga keamanan kesehatan masyarakat Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD Surabaya Akan Evaluasi Total Pengawasan Program MBG Usai 200 Siswa Keracunan
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menteri Keuangan Purbaya Kenalkan Satgas P2SP untuk Permudah Investasi Asing di Indonesia
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Dedi Mulyadi Beri Pesan Menohok pada Suporter yang Rusuh Usai Laga Persib VS Persija: Nanti Kita Bawa ke Barak
• 7 menit lalugrid.id
thumb
Fakta-Fakta Pengalihan Status Nadiem Makarim jadi Tahanan Rumah
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
MSCI Tendang 6 Big Caps RI, BREN hingga DSSA Keluar
• 32 menit laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.