Batang, ERANASIONAL.COM – Sebuah keriuhan bocah-bocah yang tengah asyik bermain merpati di Proyonanggan Selatan, Kabupaten Batang, berakhir dengan jerit kesakitan. RZ, bocah berusia 9 tahun, kini harus berjuang melawan luka bakar serius di sekujur tubuhnya.
Insiden memilukan ini bermula ketika RZ dan teman-temannya berkumpul di sebuah halaman. Di sela permainan mereka, sekumpulan anak tersebut berniat membakar tumpukan sampah di sekitar lokasi.
Namun, cara yang mereka gunakan sangat berbahaya. Salah satu anak mengambil bensin dari tangki sepeda motor menggunakan selang kecil, lalu menyimpannya dalam botol plastik bekas minuman.
“Niat awalnya hanya membakar sampah. Bensin diambil dari motor lalu dimasukkan ke botol bekas minuman,” ungkap Lurah Proyonanggan Selatan, Faris Mukti, Selasa 12 Mei 2026.
Petaka muncul saat api mulai disulut. Situasi mendadak berubah menjadi kepanikan hebat ketika salah satu remaja di lokasi, NF (14), diduga kaget dengan sambaran api yang membesar secara tiba-tiba.
Dalam kondisi panik tersebut, NF melempar botol berisi bensin yang dipegangnya. Nahas, botol itu justru melayang tepat ke arah tubuh RZ hingga api langsung berkobar menyambar tubuh mungil bocah tersebut.
Melihat kobaran api, sejumlah ibu rumah tangga yang berada di dekat lokasi berhamburan. Mereka berusaha memadamkan api menggunakan pakaian basah sebelum akhirnya RZ dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya.
Lurah Faris Mukti yang menjenguk korban di RSUD tak kuasa menyembunyikan keprihatinannya. Menurutnya, kondisi RZ sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian medis yang sangat serius.
“Kasihan sekali. Ini bisa menyebabkan cacat seumur hidup bagi korban,” ucap Faris getir. Pihak keluarga pun langsung membawa kasus ini ke ranah hukum melalui Polres Batang.
Kasatreskrim Polres Batang, IPTU Albertus Sudaryono, mengonfirmasi telah menerima laporan tersebut.
“Namun, karena melibatkan anak-anak di bawah umur, penanganan kasus ini kami lakukan dengan pendekatan khusus,” terangnya.
Hingga kini, polisi baru meminta keterangan dari para saksi. Terduga pelaku belum dipanggil, sementara korban RZ masih fokus menjalani perawatan intensif di rumah sakit sehingga belum bisa dimintai keterangan. (em-aha)





