Jakarta, ERANASIONAL.COM – Pasar kendaraan listrik roda dua di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya menghadirkan motor listrik untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan, sejumlah produsen kini mulai menawarkan kendaraan listrik dengan kemampuan jarak jauh yang cocok digunakan untuk touring maupun perjalanan lintas kota. Salah satu produk yang cukup menarik perhatian adalah Indomobil eMotor Tyranno, motor listrik bergaya adventure yang dirancang untuk pengendara dengan mobilitas tinggi dan hobi menjelajah.
Indomobil eMotor Tyranno hadir dengan desain tangguh dan karakter adventure yang cukup kuat. Motor listrik ini menyasar pengguna yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan tetapi tetap nyaman digunakan untuk perjalanan jauh maupun melintasi beragam kondisi jalan.
Dengan sekali pengisian daya penuh, motor listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 110 kilometer. Jarak tersebut setara dengan perjalanan Jakarta menuju Purwakarta tanpa perlu mengisi ulang baterai di tengah perjalanan, tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan yang dilalui.
Kemampuan jarak tempuh tersebut menjadi salah satu nilai jual utama Tyranno di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan listrik yang praktis untuk aktivitas harian maupun touring akhir pekan. Apalagi, salah satu tantangan utama pengguna motor listrik saat ini masih berkaitan dengan keterbatasan jarak tempuh dan infrastruktur pengisian daya.
Indomobil membekali Tyranno dengan motor penggerak hub motor berkekuatan 3 kW atau setara 3.000 Watt yang terintegrasi langsung pada roda belakang. Motor tersebut mampu menghasilkan torsi maksimum antara 140 Nm hingga 180 Nm sehingga memberikan akselerasi instan khas kendaraan listrik.
Untuk kecepatan maksimum, Tyranno mampu melaju hingga 80 kilometer per jam saat menggunakan mode Sport. Performa tersebut dinilai cukup memadai untuk kebutuhan berkendara di perkotaan maupun perjalanan antarwilayah dengan kecepatan stabil.
Motor listrik ini juga dilengkapi tiga mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Mode Eco memungkinkan kendaraan melaju dengan kecepatan sekitar 40 km/jam untuk efisiensi daya maksimal. Sementara mode Comfort mendukung kecepatan hingga 60 km/jam untuk penggunaan harian yang lebih seimbang. Sedangkan mode Sport memberikan performa penuh hingga 80 km/jam.
Selain itu, Tyranno juga memiliki fitur reverse mode atau mode mundur dengan kecepatan rendah sekitar 2 km/jam untuk memudahkan pengendara saat parkir atau memindahkan motor di area sempit.
Desain motor ini mengusung konsep adventure modern dengan bodi berukuran cukup besar dan tampilan kokoh. Bagian bodi dilengkapi pelindung berbentuk pipa besi atau Exo-Armor yang berfungsi sebagai proteksi tambahan saat melintasi medan berat maupun ketika terjadi benturan ringan.
Ban yang digunakan juga dirancang untuk berbagai kondisi jalan melalui penggunaan ban all-terrain. Kombinasi desain tersebut membuat Tyranno tidak hanya cocok digunakan di jalan aspal perkotaan, tetapi juga cukup mumpuni untuk jalur semi off-road ringan.
Indomobil eMotor Tyranno tersedia dalam enam pilihan warna yang terinspirasi dari destinasi dan elemen alam Indonesia, yakni Borneo Green, Krakatau Blaze, Carstensz White, Rinjani Grey, Semeru Grey, dan Sanur Beige. Pilihan warna tersebut memperkuat identitas adventure yang diusung motor listrik ini.
Untuk sumber energi, Tyranno menggunakan baterai lithium berkapasitas 76,8 V 32 Ah atau setara sekitar 2,45 hingga 2,5 kWh. Posisi baterai berada di bawah jok dan dapat dilepas pasang atau removable battery sehingga memudahkan pengguna saat pengisian daya.
Pengisian baterai menggunakan charger standar bawaan dengan daya sekitar 450 Watt membutuhkan waktu sekitar empat hingga enam jam hingga penuh. Durasi tersebut masih tergolong wajar untuk kategori motor listrik dengan jarak tempuh di atas 100 kilometer.
Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai hadirnya motor listrik bergaya adventure menunjukkan pasar kendaraan listrik nasional mulai berkembang lebih luas dan tidak lagi hanya fokus pada kendaraan komuter perkotaan.
Menurut Yannes, konsumen Indonesia kini mulai mencari kendaraan listrik yang mampu mendukung mobilitas lebih fleksibel, termasuk perjalanan wisata dan touring jarak menengah.
“Tren motor listrik sekarang mulai bergeser. Konsumen tidak hanya melihat faktor hemat energi, tetapi juga kenyamanan, performa, dan kemampuan untuk perjalanan lebih jauh,” ujarnya.
Ia menambahkan, jarak tempuh di atas 100 kilometer menjadi angka yang cukup kompetitif di pasar motor listrik Indonesia saat ini. Namun, efisiensi baterai tetap dipengaruhi sejumlah faktor seperti berat pengendara, kondisi jalan, penggunaan mode berkendara, dan gaya akselerasi.
Selain performa, Tyranno juga dibekali sejumlah fitur modern untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara. Salah satunya adalah inclinometer yang memungkinkan pengendara memantau sudut kemiringan motor ketika melintasi jalan menanjak atau medan tidak rata.
Motor listrik ini juga dilengkapi fitur cruise control system yang memungkinkan pengendara mempertahankan kecepatan konstan tanpa harus terus menarik tuas gas. Fitur tersebut dinilai cukup membantu ketika melakukan perjalanan jauh karena dapat mengurangi kelelahan tangan pengendara.
Di sektor pencahayaan, Tyranno menggunakan dual bi-beam LED projector headlamp yang menghasilkan pencahayaan lebih terang dan fokus saat berkendara malam hari maupun dalam kondisi cuaca kurang baik.
Sementara panel instrumen sudah menggunakan layar sentuh digital interaktif yang menampilkan berbagai informasi penting kendaraan secara modern. Pengendara dapat melihat indikator kecepatan, mode berkendara, kapasitas baterai, hingga informasi perjalanan melalui tampilan digital tersebut.
Motor ini juga dilengkapi multi-functional rack yang mampu membawa beban hingga 50 kilogram. Kehadiran rak tambahan tersebut mendukung kebutuhan pengguna yang gemar touring atau membawa perlengkapan dalam perjalanan jauh.
Dari sisi harga, Indomobil eMotor Tyranno dipasarkan dengan banderol sekitar Rp26,75 juta. Harga tersebut menempatkan Tyranno di segmen motor listrik premium menengah dengan fitur yang cukup lengkap untuk kebutuhan adventure ringan dan mobilitas harian.
Pengamat industri otomotif dari Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi, menilai perkembangan motor listrik di Indonesia akan semakin pesat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan dan efisiensi biaya operasional.
Menurut Fahmi, motor listrik memiliki keunggulan biaya energi yang lebih murah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil. Selain itu, biaya perawatan juga cenderung lebih rendah karena minim komponen mekanis kompleks.
“Ke depan, pasar motor listrik akan semakin kompetitif. Produsen harus mampu menawarkan kombinasi antara desain menarik, jarak tempuh panjang, dan harga yang kompetitif,” katanya.
Pemerintah sendiri terus mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai insentif dan pembangunan infrastruktur pengisian daya. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.
Dengan hadirnya motor listrik seperti Indomobil eMotor Tyranno, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan kendaraan listrik yang tidak hanya cocok untuk aktivitas harian, tetapi juga mendukung gaya hidup petualangan dan perjalanan jarak menengah secara lebih ramah lingkungan.





