Grid.ID - Mischa Chandrawinata mengaku sempat mengalami masa sulit dalam hidupnya hingga merasa dunia terasa gelap. Kondisi tersebut bahkan membuat dirinya merasa tidak layak dan dipenuhi pikiran negatif terhadap diri sendiri.
Mischa mengatakan perasaan itu mulai memengaruhi kehidupannya sejak sekitar setahun lalu. Ia mengaku sempat kebingungan menghadapi berbagai pikiran yang terus muncul di dalam kepalanya.
“Jadi, sekitar setahun lalu tuh gue sempat ngerasa dunia tuh gelap aja, dunia tuh dark buat gue. Bukannya suicidal thoughts gitu-gitu ya, tapi lebih ke ‘ini dunia tuh apa lagi sih yang mesti gue bisa over ke dia (dunia dan hidup) gitu,“ ujarnya dikutip dari YouTube @KasyafaniCreativeDigital pada Selasa (12/5/2026).
Aktor tersebut mengatakan dirinya saat itu merasa tidak memiliki nilai dalam dirinya sendiri. Berbagai pikiran negatif pun terus menghantui dan membuat kondisinya semakin berat.
“Gue ngerasa gak worthy aja. Jadi pikirannya tuh terlalu banyak negative sama diri gue sendiri,” katanya.
Ia kemudian mengungkapkan bahwa salah satu pemicu terbesar berasal dari perubahan dalam kehidupan saudara kembarnya, Marcel Chandrawinata. Sejak Marcel menikah, Mischa mulai menghadapi tekanan yang perlahan memengaruhi kondisi mentalnya.
“Pemicunya ternyata udah lama gitu dari Marcel nikah sampai sekitar tahun lalu, berarti 7 tahunan lah. 7 tahun tuh gue ngerasa fine aja, ternyata gue enggak fine-fine aja,” tuturnya.
“Jadi waktu Marcel nikah banyak yang nanya ‘kapan lu scha next nya’ itu standar sih cuman the next three years ternyata memang krusial banget buat gue,” lanjutnya.
Pria berusia 39 tahun ini mengatakan pikirannya semakin terganggu ketika Marcel mulai menjalani fase baru sebagai seorang ayah. Saat itu, ia mulai membandingkan hidupnya sendiri dengan sang saudara kembar.
“Tapi gue nya enggak tau ternyata tuh krusial. Pas dia (Marcel) mau punya anak, itu tuh baru mikir ‘mau punya anak nih, terus gue kapan nih nikah‘ gitu,” ucapnya. Dari situ, Mischa merasa semakin banyak tekanan yang muncul di dalam pikirannya.
Ia mengaku selama ini memilih memendam semua informasi dan perasaan yang diterimanya. Akibatnya, dirinya kesulitan mengolah berbagai tekanan emosional yang datang secara terus-menerus.
“Jadi semua informasinya gue tekan, begitu ada informasi baru, gue enggak tau cara telaah informasinya,” ungkapnya.
Sekitar setahun lalu, pria kelahiran Jerman ini mulai merasa dirinya benar-benar berada dalam kondisi yang tidak stabil secara mental. Ia pun berusaha mencari cara untuk keluar dari situasi tersebut.
“Jadi sekitar setahun lalu gue emang gonjang-ganjing dalam pikiran gue dengan gimana gue move forward from this,” ujarnya.
“Akhirnya ketemu sama salah satu psikolog dan refer ke psikiater, akhirnya dibilangin ‘ini sebenarnya masalah kamu gampang, masalahnya sehat, cuman pikiran kamu aja yang kemana-mana. Jangan sendirian di rumah, aktivitas aja di luar’ gitu,” sambungnya.
Setelah menjalani proses tersebut, Mischa mulai mencoba mengubah pola pikirnya menjadi lebih positif. Ia juga berusaha lebih aktif melakukan berbagai kegiatan agar tidak terus tenggelam dalam pikirannya sendiri.
Menurut Mischa, menjaga pikiran tetap sibuk dengan hal-hal positif menjadi salah satu cara yang cukup membantunya. Ia merasa waktu kosong justru bisa memunculkan banyak pikiran buruk tentang dirinya sendiri.
“Jadi waktu tuh jangan dikasih untuk ada pendapat buruk tentang diri lu sendiri masuk. Kalaupun emang ada waktu kosong, kasih makan otak tuh yang sehat-sehat terus aja, jangan yang negatif,“ tutupnya.(*)
Artikel Asli




