Bisnis.com, JAKARTA — Posisi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) atau BSI di industri perbankan Tanah Air kian kuat pasca bergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada awal 2026.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan, sejak bergabung dalam ekosistem Himbara, perseroan terus memperluas sinergi bisnis kepada seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta mendorong kapabilitas internal perseroan agar mampu melayani seluruh BUMN.
“Jadi kita melihat semakin memiliki fondasi yang kuat untuk BSI bisa tumbuh lebih cepat dan lebih kuat,” kata Anggoro dalam Konferensi Pers Kinerja Kuartal I/2026 secara virtual, Selasa (12/5/2026).
Posisi BSI yang tergabung dalam Himbara turut mengantarkan BSI berada di posisi kelima dalam jajaran Top 5 Bank Nasional dari sisi aset dan profit.
Hingga kuartal I/2026, Anggoro mengungkapkan bahwa total aset BSI meningkat signifikan, mencapai Rp460 triliun, menempatkan BSI pada peringkat kelima bank, naik dari peringkat enam, dengan total aset tertinggi dalam jajaran bank nasional.
Dari sisi profit, BSI mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun pada kuartal I/2026 menjadikan BSI sebagai bank kelima dengan profit terbesar pada periode ini.
“Hal ini merupakan tonggak penting bagi kami di BSI,” ujarnya.
Sejalan dengan capaian positif ini, Anggoro menegaskan bahwa BSI tidak hanya memimpin pasar industri perbankan syariah tetapi juga semakin kompetitif di perbankan nasional.
Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, tidak hanya dalam peta perbankan syariah, tetapi juga perbankan nasional.
“Kita akan terus meningkatkan kinerja tidak hanya dalam peta perbankan syariah namun juga perbankan nasional,” pungkasnya.





