Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan komitmen pemerintah dalam mengejar target penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Muhaimin optimistis bahwa melalui sinergi kementerian dan lembaga, angka kemiskinan ekstrem dapat mencapai nol persen pada tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin usai melaporkan progres kerja enam kementerian dan tiga badan di bawah koordinasinya kepada Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam keterangannya kepada awak media, ia menekankan bahwa Presiden menaruh perhatian serius pada sektor UMKM dan ekonomi kreatif sebagai instrumen pengentasan kemiskinan.
"Presiden memerintahkan jajaran kementerian dan lembaga agar terus memfasilitasi UMKM untuk tumbuh dan dapat fasilitas, terutama mendorong tempat-tempat yang idle milik BUMN dan lembaga digunakan oleh UMKM baik untuk pemasaran, display, maupun festival," ujar Muhaimin di Kompleks Istana Kepresidenan.
Untuk memperkuat sektor tersebut, Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran tambahan. Ia mengaku telah mengajukan dana yang cukup signifikan guna memacu pertumbuhan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
"Tahun ini akan ada tambahan anggaran khusus untuk seluruh kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif. Saya mengajukan tidak kurang dari 1 triliun dan insyaallah akan terus ditambah untuk kegiatan yang mendorong tumbuh kembangnya UMKM kita," tuturnya.
Baca Juga: Hadir di Istana, Muhaimin Iskandar Lapor Soal KUR dan Produktivitas UMKM
Selain penguatan usaha, fokus pemerintah juga tertuju pada perbaikan distribusi perlindungan sosial. Saat ini, alokasi APBN untuk bantuan sosial, baik berupa tunai, PKH, maupun iuran Jaminan Kesehatan Nasional, telah mencapai Rp 508,2 triliun. Muhaimin menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada akurasi data.
Ia menjelaskan bahwa seluruh kementerian dan lembaga kini diinstruksikan untuk konsisten merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi agar bantuan tidak salah sasaran. Terkait target besar pemerintah, Muhaimin memetakan fokus wilayah yang menjadi prioritas dalam waktu dekat.
"Ada 88 kabupaten/kota yang akan menjadi prioritas pengentasan kemiskinan supaya kabupaten/kota ini segera menjadi konsentrasi kementerian-kementerian dan lembaga agar kemiskinan ekstrem 0 persen 2026 bisa terwujud. Kita optimis dan yakin kemiskinan ekstrem 2026 0 persen, dan kemiskinan 5 persen di 2029," pungkasnya.
Muhaimin menambahkan, rincian mengenai kebijakan khusus lainnya akan diumumkan langsung oleh Presiden dalam waktu dekat untuk memastikan strategi pengentasan kemiskinan berjalan secara komprehensif.





