Oknum Polisi Terduga Penganiaya Siswa SMP Ditahan di Polres Sikka

rctiplus.com
11 jam lalu
Cover Berita
Oknum Polisi Terduga Penganiaya Siswa SMP Ditahan di Polres SikkaNasional | inews | Selasa, 12 Mei 2026 - 18:38

MAUMERE, iNews.id – Oknum polisi yang diduga menganiaya siswa SMP berinisial AHP (14) di Kota Maumere, ditahan di Mapolres Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penahanan selama 10 hari dilakukan untuk memudahkan proses pemeriksaan terhadap oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sikka tersebut.

Kasi Propam Polres Sikka, AKP Ignatius Somba Say, menegaskan, tidak akan memberikan toleransi bagi anggota yang melanggar aturan dan melakukan kekerasan terhadap warga. 

"Saya sikapi, ketika anggota itu salah, saya akan proses tegas. Saat ini oknum yang bersangkutan telah diambil tindakan disiplin berupa penahanan di sel selama 10 hari untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata AKP Ignatius, Selasa (12/5/2026). 

Pihak keluarga sebelumnya melaporkan oknum anggota itu ke Unit Propam Polres Sikka terkait pelanggaran etika, serta ke SPKT terkait penganiayaan anak di bawah umur. 

Hingga Selasa sore, korban masih dimintai keterangan oleh penyidik untuk melengkapi berkas perkara. Pihak keluarga berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi korban yang masih di bawah umur.

Baca Juga:Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek hingga 16 April 2026: Hujan Lebat-Sangat Lebat

Diperoleh informasi, aksi kekerasan tersebut terjadi di lingkungan Mapolres Sikka pada Selasa (12/5/2026). Insiden bermula saat korban terjaring patroli karena mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm saat hendak berangkat ke sekolah.

Dianiaya karena Minta Uang Ojek

Korban AHP menceritakan, kejadian bermula saat motornya diamankan petugas di Jalan Ahmad Yani dan dibawa ke area parkir penitipan barang bukti Satlantas. Karena tidak memegang uang untuk pulang ke rumah, AHP berniat meminjam uang kepada oknum polisi tersebut untuk ongkos ojek. 

"Saya takut bapak tidak ada di rumah, jadi saya minta, 'Pak, bisa minta uang Rp10.000 kah Pak buat ojek saya pulang?'. Tidak lama, dia langsung turun dari motor dan bilang 'Kau main gila dengan saya', terus dia langsung pukul saya," ungkap AHP di Maumere, Selasa (12/5/2026). 

AHP mengaku dipukul berkali-kali di bagian belakang kepala hingga dicekik di halaman parkir belakang Kantor Lantas. Korban kemudian pulang dalam keadaan menangis dan melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya.

Baca Juga:Aksi Pemalakan Kembali Terjadi di Tanah Abang, Preman Palak Sopir Bajaj Rp100 Ribu

Mendengar pengakuan sang anak, ayah korban segera mendatangi Mapolres Sikka untuk meminta klarifikasi. Namun, ketegangan sempat terjadi saat pertemuan dengan pihak kepolisian. 

Diduga karena syok dan tekanan emosional yang tinggi, ayah AHP tiba-tiba jatuh pingsan di area kantor polisi. Ia pun harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis 

"Bapak sempat marah ke polisi, terus pas keluar Bapak pingsan di sini. Bapak dibawa ke UGD, saya juga ikut untuk periksa luka di kepala," kata AHP.

#regional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SUSECON 2026 Tawarkan Sederet Inovasi Solusi Open Source bagi Perusahaan
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Iran Menanggapi Proposal Perdamaian, Trump : Sama Sekali Tidak Dapat Diterima
• 20 jam laluerabaru.net
thumb
Jangan Panik! Hantavirus Tak Mudah Menular Antar-Manusia
• 18 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Asal Usul Motor Ilegal yang Digerebek Polisi di Gudang Penadah Jaksel
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
The Blibli Match Padel Series Akan Digelar di 3 Kota
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.