23 Kasus Positif Hantavirus di Indonesia, Jakarta dan DIY Jadi Wilayah Terbanyak

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus setelah ditemukan 23 kasus positif di Indonesia dalam tiga tahun terakhir.

Meski pemerintah memastikan belum ditemukan penularan antar manusia, lonjakan kasus pada 2025 memunculkan perhatian serius terhadap ancaman penyakit yang ditularkan tikus tersebut.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes,  Andi Saguni mengungkapkan, total 23 kasus positif tercatat sepanjang 2024 hingga 2026. Dari jumlah itu, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia dan terdapat 256 kasus suspek yang sempat dipantau.

“Untuk data ini kita lihat dari 2024-2026 ada 23 kasus tersebar di 2024 satu kasus, 2025 17 kasus, 2026 ada 5 lima dan sekali lagi belum dilaporkan HPS di Indonesia,” ucap Andi dalam Konferensi Pers Kewaspadaan Penyakit Virus Hanta, dikutip Selasa (12/5/2026).

Data Kemenkes menunjukkan lonjakan terbesar terjadi pada 2025 dengan 17 kasus positif. Sementara pada 2024 hanya ditemukan satu kasus dan lima kasus tercatat hingga 2026 berjalan.

Meski demikian, Kemenkes memastikan Indonesia belum menemukan kasus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yakni tipe infeksi berat yang sebelumnya dilaporkan muncul di Kapal Pesiar MV Hondius.

Menurut Andi, kasus Hantavirus di Indonesia mayoritas merupakan jenis Seoul virus, bukan Andes virus yang diketahui dapat menular antar manusia.

“Seluruh kasus Hantavirus yang terkonfirmasi di Indonesia, yaitu jenis seoul virus, bukan andes virus yang bisa menular antar manusia,” ujarnya.

Kemenkes menjelaskan Hantavirus menular melalui kontak dengan tikus atau celurut, termasuk melalui paparan ekskresi dan sekresi hewan tersebut. Ancaman penyakit ini dinilai cukup luas karena berdasarkan Studi Rikhus Vektora, tikus pembawa Hantavirus ditemukan di 29 provinsi di Indonesia.

Kasus positif Hantavirus saat ini tersebar di sembilan provinsi. DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, masing-masing enam kasus.

Kemenkes menegaskan pemantauan dan kewaspadaan terus diperkuat, terutama terhadap potensi paparan tikus di lingkungan permukiman dan fasilitas umum.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah kontak dengan hewan pembawa virus tersebut. 

Berikut sebaran kasus Hantavirus di Indonesia:

- Sumatera Barat: 1 kasus
- Banten: 1 kasus
- DKI Jakarta: 6 kasus
- Jawa Barat: 5 kasus
- Jawa Timur: 1 kasus
- DIY: 6 kasus
- NTT: 1 kasus
- Kalimantan Barat: 1 kasus
- Sulawesi Utara: 1 kasus.(agr/raa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pamit Nonton Persib VS Persija, Pelajar SMK di Karawang Ditemukan Meninggal Dunia | INDO UPDATE
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Rupiah Tembus Rp17.500, Puan Warning Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Penumpang Kapal Pesiar Wabah Hantavirus Dipulangkan, Satu Orang Muncul Gejala Infeksi
• 19 jam laluerabaru.net
thumb
Fakta Terbaru Buronan Pelecehan Seksual Sesama Jenis Syekh Al-Misry, Rupanya Punya 2 Kewarganegaraan dan Simpan Paspor Mesir
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Wali Kota Arcadia di Los Angeles AS Mengaku Jadi Mata-mata China
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.