Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah dan harga emas kembali bergerak berlawanan arah pada Selasa, 12 Mei 2026. Rupiah melemah hingga menembus Rp17.503 per dolar AS, sementara harga emas Antam justru melonjak Rp40.000 per gram menjadi Rp2.859.000. Kondisi ini memperlihatkan pola yang kerap terjadi saat ketidakpastian global meningkat, terutama akibat konflik geopolitik dan penguatan dolar AS.
Pelemahan rupiah pada perdagangan siang tercatat sebesar 89 poin atau 0,51 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.414 per dolar AS. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai tekanan berasal dari memanasnya konflik di Selat Hormuz yang berdampak pada penguatan indeks dolar dan kenaikan harga minyak dunia.
Di saat yang sama, harga emas Antam justru mengalami kenaikan tajam. Emas sering dianggap sebagai aset aman atau safe haven ketika kondisi global tidak stabil. Saat dolar menguat dan ketegangan geopolitik meningkat, investor biasanya mengalihkan dana ke emas untuk melindungi nilai aset mereka.
Hubungan Besaran Harga Tukar Rupiah dan EmasSecara sederhana, hubungan emas dan rupiah bisa digambarkan seperti ini:
- Ketika dolar AS menguat, rupiah cenderung melemah.
Karena harga emas dunia menggunakan dolar AS, maka ketika rupiah melemah, harga emas di Indonesia otomatis ikut naik. - Jika kondisi global tidak pasti, permintaan emas meningkat sehingga harga emas naik lebih tinggi lagi. Artinya, kenaikan harga emas di Indonesia tidak hanya dipengaruhi harga emas dunia, tetapi juga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Harga emas dalam negeri pada dasarnya dipengaruhi dua faktor utama yaitu harga emas dunia dan kurs rupiah terhadap dolar AS.
Rumus sederhananya:
Baca Juga
- Purbaya Rombak Formasi Pejabat Pajak Imbas Restitusi Jumbo, Ini Daftarnya
- Penerimaan Murid Baru di Cirebon Dibuka Juni 2026, Ini Jadwal dan Kuotanya
- Investasi Emas vs Dolar AS, Mana yang Lebih Menguntungkan?
- Harga emas rupiah = harga emas dunia x kurs dolar AS
Misalnya:
- Harga emas dunia: 170 dolar AS per gram
- Kurs sebelumnya: Rp17.414 per dolar AS
- Maka:
170 x Rp17.414 = Rp2.960.380 - Ketika rupiah melemah menjadi Rp17.503:
170 x Rp17.503 = Rp2.975.510
Dari simulasi sederhana itu terlihat bahwa tanpa kenaikan harga emas dunia pun, harga emas dalam rupiah tetap naik karena kurs dolar menguat. Jika harga emas dunia juga ikut naik akibat konflik global, maka kenaikannya akan semakin besar seperti yang terjadi saat ini.
Faktor yang Menekan RupiahSelain konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz, terdapat sejumlah sentimen lain yang membebani rupiah, di antaranya:
- Penguatan indeks dolar AS
- Kenaikan harga minyak mentah dunia
- Ancaman PHK di sektor manufaktur
- Tingginya jumlah pekerja sektor informal
- Potensi penurunan peringkat saham Indonesia oleh MSCI
Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen, pasar menilai pertumbuhan tersebut belum cukup kuat menopang rupiah karena lebih banyak ditopang konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah, bukan investasi.
Harga Emas Antam Hari IniBerikut daftar harga emas Antam pada Selasa, 12 Mei 2026:
- 0,5 gram: Rp1.479.500
- 1 gram: Rp2.859.000
- 2 gram: Rp5.658.000
- 3 gram: Rp8.462.000
- 5 gram: Rp14.070.000
- 10 gram: Rp28.085.000
- 25 gram: Rp70.087.000
- 50 gram: Rp140.095.000
- 100 gram: Rp280.112.000
- 250 gram: Rp700.015.000
- 500 gram: Rp1.399.820.000
- 1.000 gram: Rp2.799.600.000
Sementara harga buyback atau pembelian kembali naik menjadi Rp2.676.000 per gram.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ketika rupiah melemah akibat tekanan global, emas justru cenderung menjadi instrumen yang diuntungkan. Karena itu, di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, pergerakan rupiah dan emas biasanya bergerak saling berlawanan, dengan emas menjadi pilihan lindung nilai bagi banyak investor.





