Apple disebut berhasil memperkuat pangsa pasar smartphone di China lewat performa penjualan iPhone 17.
Melansir MyDrivers, data yang dibagikan oleh informan Weibo "RD Observation," yang mengklaim bahwa iPhone 17 series biasa mendekati 30 juta aktivasi di China.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa seri iPhone 17 terjual hampir satu juta unit dalam tiga hari pertama ketersediaannya, menandai pertumbuhan sekitar 30% dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Tingginya permintaan dinilai tidak lepas dari strategi Apple mempertahankan harga US$799 (sekitar Rp13.978.000) serta menghadirkan peningkatan spesifikasi flagship, termasuk panel LTPO OLED, chipset A19 berbasis proses 3nm TSMC, serta kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
Popularitas iPhone 17 disebut cukup mengejutkan, terutama di China yang selama ini dikenal memiliki persaingan ketat dari merek lokal seperti Xiaomi dan Huawei. Di tengah kecenderungan konsumen China memilih produk domestik, Apple dinilai tetap mampu menarik minat pasar premium.
Counterpoint Research mengungkapkan bahwa iPhone 17 adalah smartphone terlaris di Q1 2026, tetapi perusahaan tersebut tidak membahas secara mendalam seberapa luas jangkauannya terhadap pasar smartphone di China.
iPhone 18 yang menjadi penerus iPhone 17 nantinya dirumorkan hanya menawarkan sedikit peningkatan dari iPhone 17. Pada saat yang sama, kenaikan biaya memori terus menekan harga smartphone di seluruh industri, yang menciptakan situasi sulit bagi Apple jika ingin mempertahankan model berikutnya di harga yang sama.
Karena itu, menurut WCCFTech Apple disebut memilih memperpanjang siklus penjualan iPhone 17 yang masih mencatat permintaan tinggi di pasar sementara iPhone 18 dikabarkan mengalami penundaan peluncuran hingga 2027.





