Polda Jabar Tangkap Ketua Anarko, Dalang Pembakaran Pos Polisi di Bandung

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Polisi kembali menangkap tujuh tersangka kericuhan dan pembakaran pos polisi di Simpang Cikapayang-Pasupati, Kota Bandung. Total tersangka yang sudah diamankan sebanyak 13 orang.

Para pelaku berinisial RN alias Kuplay, FN, FA, HI, RS, CA, RR alias Mpe, I alias Pablo, D alias Dilan, HR, RA, MI, dan S.

"Sebelumnya kami mengekspose enam orang tersangka karena itu yang dilakukan pada saat kejadian. Hari ini kami menambah jumlah tersangka menjadi 13 orang," kata Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Ade Sapari di Mapolda Jabar, Selasa (12/5).

Ketua Anarko Ditangkap

Dari penangkapan ini, ada salah satu sosok penting yang diamankan. Ade menyebut sosok tersebut adalah Ketua Anarko Kelompok Bandung Selatan berinisial RR alias Mpe.

Sehari-hari RR bekerja sebagai tukang sablon. Ia juga yang mendanai aksi anggota kelompoknya dalam kericuhan tersebut.

"Jadi yang bersangkutan perannya sebagai Ketua Anarko. Ketua Anarko memberikan uang kepada para tersangka lain untuk pembuatan molotov. Dia membiayai pembuatan bom molotov, membeli helm-helm, dari hasil pekerjaannya sebagai tukang sablon," ujar Ade.

"Ketua Anarko juga memberikan uang kepada para tersangka lain untuk kebutuhan logistik helm dan memberikan pemahaman soal security culture, artinya bertujuan agar pelaksanaan aksi itu tidak dapat dideteksi aparat," bebernya.

Selain itu, polisi menyebut RR sebagai pemegang akun Instagram Selatan Ayaan yang berisi konten propaganda anarki. Motif mereka melakukan aksi tersebut agar dikenal kelompok anarkis nasional.

"Motifnya mereka melakukan perusakan supaya kelompok ini dikenal oleh kelompok anarkis nasional," kata dia.

Koordinator Lapangan

Selain mengamankan Ketua Anarko, polisi juga mengamankan koordinator lapangan Anarko berinisial I alias Pablo. Ia bertugas mengarahkan titik kumpul kelompok Baleendah dan kelompok Banjaran. Ia juga membagi tugas saat berada di lokasi sebelum menuju TKP.

"Dia juga termasuk yang membuat molotov sebelum tanggal 1 Mei. Pada tanggal 27 sudah berkumpul di rumah saudara ketua tadi dengan total 20 botol molotov yang sudah disiapkan mereka. Barang buktinya ada di depan ini," ujar dia.

Koordinator lain yang diamankan berinisial R (20). Ia bertugas mengarahkan kelompok di wilayah Baleendah.

"Jadi pelaku ini pada saat di TKP juga melempar pos polisi, videotron, dan sebagainya. Dalam foto saat kerusuhan, dia menggunakan helm. Kalau di CCTV terlihat memegang bendera Punk Football warna merah. Jadi di TKP sudah terlihat di CCTV," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hilirisasi Nikel-Batu Bara Dorong Ekspansi Bisnis IPCM
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Kejagung Resmi Kasasi Vonis Bebas 8 Bankir di Kasus Sritex
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Penanaman Ribuan Pohon Cemara Udang Lindungi Pesisir Lombok, Peringati Hari Keanekaragaman Hayati
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Peserta Cerdas Cermat MPR yang Protes Juri Diberi Beasiswa ke China
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Nintendo Resmi Ubah Nama Layanan Digitalnya
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.