Era Keuangan Digital Semakin Terbuka, Indodax Soroti Pentingnya Perlindungan Konsumen

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengguna platform aset keuangan digital telah mencapai 17,17 juta pengguna dengan total 77,32 juta transaksi sepanjang tahun berjalan. Artinya, industri keuangan digital Indonesia semakin matang, di mana kepercayaan, perlindungan konsumen, dan inklusi keuangan menjadi faktor utama dalam menentukan keberlanjutan pertumbuhan industri.

Karenanya, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan OJK, sepakat bahwa inovasi tanpa perlindungan konsumen tidak lagi menjadi opsi yang dapat ditoleransi. Komitmen tersebut kembali mengemuka dalam Rapat Umum Anggota AFTECH 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa hari ini.

Baca Juga :
Bangun Standar Baru Ekosistem Layanan Keuangan Digital Pariwisata di Bali, BTN Gandeng MKP
Cara VKTR Perkuat Ekosistem Industri EV Nasional di Jateng

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian, menilai bahwa tema ‘Guarding Trust and Creating Greater Economic Impact’ yang diangkat AFTECH tahun ini sangat relevan dengan dinamika industri aset digital saat ini.

“Dalam industri aset digital, kepercayaan bukan hanya faktor pendukung, tetapi fondasi utama. Pertumbuhan industri kripto dan crypto exchange Indonesia saat ini harus diimbangi dengan perlindungan konsumen, transparansi, dan tata kelola yang kuat agar ekosistem dapat berkembang secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Aloysia.

Dalam sambutannya, Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa industri keuangan digital Indonesia kini memasuki fase yang lebih matang. Menurutnya, pelaku industri tidak lagi hanya berfokus pada perebutan pangsa pasar, melainkan mulai menempatkan tata kelola, kepatuhan, dan kepercayaan publik sebagai fondasi utama pertumbuhan industri.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian.
Photo :
  • Dokumentasi Indodax.

Pandu juga menyoroti pentingnya membangun inovasi yang secure by design dan responsible by design, agar perkembangan teknologi keuangan dapat memberikan dampak nyata bagi sektor riil dan masyarakat luas. Ia menilai industri digital Indonesia saat ini memiliki cerita pertumbuhan yang positif dan semakin menunjukkan fondasi bisnis yang lebih sehat dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan bahwa inovasi di sektor keuangan digital harus berjalan seiring dengan perlindungan konsumen dan penguatan kepercayaan publik. Menurutnya, pertumbuhan industri tidak boleh hanya berorientasi pada ekspansi bisnis semata, tetapi juga perlu memastikan keamanan dan keberlanjutan ekosistem dalam jangka panjang.

Baca Juga :
Tren Transparansi Harga Kian Diminati di Era Digital
Industri Rokok Kembali Diterpa Ancaman PHK Seiring Wacana Larangan Bahan Tambahan
Masa Depan di Tangan AI: Menyusun Perjalanan hingga Mengelola Kebutuhan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cak Imin Yakin Kemiskinan Ekstrem Hilang pada 2026, Ini Kuncinya
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Polisi ungkap peredaran narkoba jenis etomidate dan sabu di Tangerang
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Wali Kota Parepare Tasming Hamid Tinjau Drainase Tersumbat di Jalan Lahalede, Pemkot Bergerak Cegah Banjir
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Kapal Angkut WNI Tenggelam di Perairan Malaysia, 14 Masih Hilang
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Kemenkes optimalkan terapi tuberkulosis untuk cegah penularan kasus
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.