AHY Lapor Prabowo Soal Proyek Giant Sea Wall, 15 Segmen Ditinjau

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melaporkan progres pembangunan proyek tanggul laut raksasa di Pulau Jawa atau Giant Sea Wall kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Terdapat 15 segmen di Giant Sea Wall dari Serang hingga Gresik yang tengah ditinjau.

AHY mengatakan bahwa proyek yang dirancang membentang sekitar 575 kilometer itu tengah dalam tahap pematangan konsep. Menurutnya, secara konsep, proyek Giant Sea Wall melindungi Pantai Utara Jawa yang kondisinya saat ini menghadapi tantangan, seperti land subsidence atau penurunan permukaan tanah hingga banjir rob akibat naiknya permukaan air laut. 

"[Proyek Giant Sea Wall] menyelamatkan belasan bahkan puluhan juta masyarakat di Pantura sekaligus juga ekonominya, karena banyak sekali sentra industri dan kawasan ekonomi khusus yang ada di sana," kata AHY usai melaporkan proyek Giant Sea Wall kepada Prabowo di Istana Negara pada Selasa (12/5/2026).

Sementara, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf mengatakan proyek Giant Sea Wall akan dibangun sepanjang 575 kilometer, dibagi menjadi 15 segmen dari Serang hingga Gresik. Dia menjelaskan bahwa saat ini 15 segmen tersebut sedang ditinjau secara seksama.

"Jadi tadi sudah kami laporkan juga bahwa di Pulau Jawa ini khususnya di Pantura ada 15 segmen dan sedang didalami baik dari Serang sampai dengan Gresik untuk tematik daerah-daerahnya, sehingga perlu ada penilaian ataupun asesmen lebih lanjut," katanya.

Di 15 segmen itu terdapat kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat. Oleh karena itu, mitigasi sosial ekonomi dalam pembangunan pun diperlukan.

Baca Juga

  • Kementerian ATR Bakal Siapkan Lahan untuk Proyek Giant Sea Wall
  • AHY: Pantura Jawa Terancam Tenggelam di 2050 Jika Giant Sea Wall Tak Dibangun
  • Menilik Urgensi Megaproyek Giant Sea Wall Senilai Rp1.740 Triliun

"Di situ ada kegiatan ekonomi, contoh petani, contoh nelayan, contoh petambak, dan ini hampir semua Pantura ada kegiatan ekonomi rakyat kecil ataupun masyarakat yang bergiat di bidang kelautan dan perikanan. Ini harus kita tampung dan tentunya juga banyak sekali kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan pertanian," katanya.

Sementara, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan bahwa pihaknya pun berkoordinasi dengan BOPPJ untuk memastikan dan menyempurnakan master plan dari Giant Sea Wall. Kemudian, Danantara akan menilai peluang pengembangan-pengembangan di proyek tersebut.

"Jadi tidak hanya dibangun Giant Sea Wall-nya saja, tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi, dan juga memberi dampak positif terhadap perekonomiannya," ujarnya.

Adapun, dari sisi pembiayaan, pemerintah melalui BOPPJ sendiri memproyeksikan pembangunan Giant Sea Wall bakal menelan biaya investasi jumbo hingga US$100 miliar atau setara Rp1.681 triliun.

Pemerintah telah menawarkan proyek ini ke sejumlah negara agar tidak terlalu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi X Minta Penjelasan Kemendikti soal Kampus Jadi Pengelola SPPG
• 22 jam laludisway.id
thumb
Vape tetap punya risiko yang sama dengan rokok konvensional 
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Bayar Pajak Kendaraan Cukup WhatsApp ke Nomor 0811-2230-1818, Praktis
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kasus Korupsi Chromebook, Ibrahim Arief Divonis 4 Tahun Penjara
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Survei Terbaru: Warga RI Mulai Cemas Soal Ekonomi ke Depan
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.