FAJAR, MAKASSAR – Proses seleksi pimpinan BAZNAS Kota Makassar periode 2026–2031 memasuki tahap lanjutan. Setelah melalui tahapan seleksi tingkat daerah, 10 nama calon pimpinan resmi diajukan ke BAZNAS Republik Indonesia untuk disaring menjadi lima komisioner.
Sekretaris Panitia Seleksi (Pansel) yang juga Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Makassar, Mohammad Syarief, mengatakan hasil seleksi tersebut telah disampaikan kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
“Alhamdulillah, sore hari ini kami menyampaikan pengumuman sekaligus surat permohonan pertimbangan pengangkatan pimpinan BAZNAS Kota Makassar,” ujarnya usai bertemu Wali Kota Makassar, Selasa (12/5/2026).
“Pak Wali Kota juga telah memberikan pengantar resmi kepada Ketua BAZNAS Republik Indonesia,” tambah Syarief.
Ia menjelaskan, tahapan selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan BAZNAS RI untuk menentukan lima orang yang akan ditetapkan sebagai Ketua dan Anggota BAZNAS Kota Makassar.
“Dari 10 nama yang kami usulkan, nantinya akan dipilih lima orang untuk menjadi Ketua dan Anggota BAZNAS. Penilaian sepenuhnya menjadi kewenangan Pansel BAZNAS RI sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Menurut Syarief, jadwal seleksi lanjutan masih menunggu pemberitahuan resmi dari BAZNAS RI. Proses tersebut kemungkinan dilakukan bersamaan dengan sejumlah daerah lain.
“Kemungkinan akan dilaksanakan secara bersamaan dengan beberapa daerah lain. Namun, Makassar berpeluang lebih awal karena telah lebih dulu menyelesaikan tahapan seleksi,” tambahnya.
Ia berharap pimpinan yang terpilih nantinya mampu menghadirkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Adapun 10 besar calon pimpinan BAZNAS Kota Makassar periode 2026–2031 yakni Abdul Aziz, Ahyar Amnur, Baharuddin Hafid, Fahmi, Hendra Wijaya, Komaruddin, Muhammad Yunus, Usman Sofyan, Yusran Sofyan, dan Yusriani.(*)





