Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyatakan maraknya aksi begal dan jambret yang terjadi di wilayah Jakarta Barat, sudah sangat meresahkan, untuk itu pemerintah harus lebih peduli terhadap keamanan warga.
"Jakarta Barat hari ini sedang menghadapi persoalan keamanan yang serius. Hampir setiap pekan masyarakat mendengar kasus jambret, begal, hingga aksi kekerasan jalanan yang membuat warga takut beraktivitas, terutama pada malam dan dini hari," kata Kenneth di Jakarta, Selasa.
Kent sapaan akrabnya menilai kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai tindak kriminal biasa yang cukup ditangani lewat patroli sesaat, atau respons setelah kasus viral di media sosial.
Menurut dia, persoalan kriminalitas jalanan tidak bisa seluruhnya dibebankan kepada aparat kepolisian. Pemerintah kota juga dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan rasa aman melalui pengawasan wilayah, penerangan jalan, pengaktifan CCTV, hingga koordinasi dengan RT/RW dan tokoh masyarakat.
"Ini harus menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kota Jakarta Barat agar lebih 'aware' dan lebih serius membaca situasi di lapangan," ujarnya.
Baca juga: Komplotan begal bersenjata tajam di Palmerah Jakbar diburu polisi
Baca juga: Pemotor dibegal dengan senjata tajam di Jakbar, polisi telusuri lokasi kejadian
Kent meminta Pemkot Jakbar bergerak, tidak menunggu ada korban jiwa atau kasus besar baru bergerak masif. Pemkot Jakbar sudah harus turun langsung memetakan titik rawan, memastikan lampu jalan berfungsi, CCTV aktif, kawasan gelap tidak dibiarkan, dan patroli lingkungan benar-benar hidup.
Kent pun menyoroti sejumlah aksi kriminal brutal yang terjadi di Jakarta Barat dalam beberapa hari terakhir. Salah satunya dialami seorang pelajar yang menjadi korban begal di depan Stasiun Grogol, Jakarta Barat pada Kamis (7/5) sekitar pukul 21.00 WIB.
Korban yang baru pulang dari kegiatan sekolah dipepet pelaku hingga sepeda motor Honda ADV dan iPhone miliknya dirampas. Korban juga mengalami penganiayaan dan harus mendapat perawatan di RS Sumber Waras.
Lalu aksi begal sadis lainnya terjadi di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Berdasarkan video viral yang beredar, korban dibacok menggunakan senjata tajam jenis klewang hingga terjatuh ke selokan.
Dalam rekaman tersebut, dua pelaku berboncengan mendekati korban. Salah satu pelaku yang turun dari motor langsung mengayunkan senjata tajam ke arah korban.
Tak hanya itu, aksi penjambretan juga terjadi di kawasan Mangga Besar 4 M, Taman Sari, Jakarta Barat pada Minggu (3/5).
Korban yang hendak berangkat ke gereja menjadi sasaran empat pelaku yang diduga membawa celurit. Usai merampas kalung emas korban, para pelaku langsung melarikan diri dan lolos dari kejaran warga.
Kent menilai maraknya aksi kriminal tersebut menunjukkan adanya celah pengawasan yang harus segera dibenahi oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Barat.
"Kalau masyarakat sudah takut pulang malam, takut naik motor sendiri, takut berjalan di lingkungan tempat tinggalnya, berarti ada yang salah dengan sistem pengawasan kita. Pemkot Jakbar jangan hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi harus lebih peka terhadap keresahan warga sehari-hari," katanya menambahkan.
Selain meminta operasi gabungan rutin dan pembentukan pos pantau di titik rawan, Kent juga mendesak adanya evaluasi berkala terhadap tingkat kriminalitas di Jakarta Barat.
"Keamanan masyarakat adalah prioritas. Pemkot Jakbar harus lebih peduli, lebih responsif, dan lebih cepat bertindak sebelum kepercayaan masyarakat terhadap rasa aman di DKI Jakarta dan kota Jakarta Barat semakin menurun," ujar Anggota Komisi C itu.
Baca juga: Polantas ringkus begal bersenjata tajam di Cengkareng Jakbar
Baca juga: Dua pelaku begal payudara anak di bawah umur di Jakbar diringkus
"Jakarta Barat hari ini sedang menghadapi persoalan keamanan yang serius. Hampir setiap pekan masyarakat mendengar kasus jambret, begal, hingga aksi kekerasan jalanan yang membuat warga takut beraktivitas, terutama pada malam dan dini hari," kata Kenneth di Jakarta, Selasa.
Kent sapaan akrabnya menilai kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai tindak kriminal biasa yang cukup ditangani lewat patroli sesaat, atau respons setelah kasus viral di media sosial.
Menurut dia, persoalan kriminalitas jalanan tidak bisa seluruhnya dibebankan kepada aparat kepolisian. Pemerintah kota juga dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan rasa aman melalui pengawasan wilayah, penerangan jalan, pengaktifan CCTV, hingga koordinasi dengan RT/RW dan tokoh masyarakat.
"Ini harus menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kota Jakarta Barat agar lebih 'aware' dan lebih serius membaca situasi di lapangan," ujarnya.
Baca juga: Komplotan begal bersenjata tajam di Palmerah Jakbar diburu polisi
Baca juga: Pemotor dibegal dengan senjata tajam di Jakbar, polisi telusuri lokasi kejadian
Kent meminta Pemkot Jakbar bergerak, tidak menunggu ada korban jiwa atau kasus besar baru bergerak masif. Pemkot Jakbar sudah harus turun langsung memetakan titik rawan, memastikan lampu jalan berfungsi, CCTV aktif, kawasan gelap tidak dibiarkan, dan patroli lingkungan benar-benar hidup.
Kent pun menyoroti sejumlah aksi kriminal brutal yang terjadi di Jakarta Barat dalam beberapa hari terakhir. Salah satunya dialami seorang pelajar yang menjadi korban begal di depan Stasiun Grogol, Jakarta Barat pada Kamis (7/5) sekitar pukul 21.00 WIB.
Korban yang baru pulang dari kegiatan sekolah dipepet pelaku hingga sepeda motor Honda ADV dan iPhone miliknya dirampas. Korban juga mengalami penganiayaan dan harus mendapat perawatan di RS Sumber Waras.
Lalu aksi begal sadis lainnya terjadi di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Berdasarkan video viral yang beredar, korban dibacok menggunakan senjata tajam jenis klewang hingga terjatuh ke selokan.
Dalam rekaman tersebut, dua pelaku berboncengan mendekati korban. Salah satu pelaku yang turun dari motor langsung mengayunkan senjata tajam ke arah korban.
Tak hanya itu, aksi penjambretan juga terjadi di kawasan Mangga Besar 4 M, Taman Sari, Jakarta Barat pada Minggu (3/5).
Korban yang hendak berangkat ke gereja menjadi sasaran empat pelaku yang diduga membawa celurit. Usai merampas kalung emas korban, para pelaku langsung melarikan diri dan lolos dari kejaran warga.
Kent menilai maraknya aksi kriminal tersebut menunjukkan adanya celah pengawasan yang harus segera dibenahi oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Barat.
"Kalau masyarakat sudah takut pulang malam, takut naik motor sendiri, takut berjalan di lingkungan tempat tinggalnya, berarti ada yang salah dengan sistem pengawasan kita. Pemkot Jakbar jangan hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi harus lebih peka terhadap keresahan warga sehari-hari," katanya menambahkan.
Selain meminta operasi gabungan rutin dan pembentukan pos pantau di titik rawan, Kent juga mendesak adanya evaluasi berkala terhadap tingkat kriminalitas di Jakarta Barat.
"Keamanan masyarakat adalah prioritas. Pemkot Jakbar harus lebih peduli, lebih responsif, dan lebih cepat bertindak sebelum kepercayaan masyarakat terhadap rasa aman di DKI Jakarta dan kota Jakarta Barat semakin menurun," ujar Anggota Komisi C itu.
Baca juga: Polantas ringkus begal bersenjata tajam di Cengkareng Jakbar
Baca juga: Dua pelaku begal payudara anak di bawah umur di Jakbar diringkus





