tvOnenews.com - Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan publik setelah terjadi polemik penilaian pada babak final.
Peristiwa itu ramai diperbincangkan di media sosial usai beredar potongan video yang memperlihatkan adanya perbedaan penilaian terhadap jawaban peserta.
Dalam tayangan yang viral, regu C dari SMAN 1 Pontianak terlihat lebih dulu menekan bel dan memberikan jawaban pada sesi rebutan.
Namun dewan juri, Dyastasita Widya Budi yang juga Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, menyatakan jawaban tersebut salah dan memberikan nilai minus lima.
Tak lama kemudian, regu B memberikan jawaban yang dinilai serupa, tetapi justru mendapat nilai plus sepuluh dari juri.
- Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube MPRGOID
Keputusan tersebut langsung diprotes oleh peserta dari regu C karena merasa jawaban mereka sama. Namun protes itu tidak mengubah keputusan dewan juri.
Dalam momen tersebut, salah satu dewan juri lain, Indri Wahyuni selaku Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, meminta peserta untuk memperjelas artikulasi saat menjawab pertanyaan.
Sementara itu, ucapan pembawa acara atau MC bernama Shindy Lutfiana juga ikut menjadi perhatian publik.
Saat mencoba menenangkan situasi, Shindy mengatakan agar peserta menerima keputusan juri dan menyebut, “Mungkin hanya perasaan adik-adik saja.”
Pernyataan itu kemudian menuai kritik dari banyak warganet.
Tidak sedikit yang menilai ucapan tersebut kurang tepat di tengah situasi yang sedang diprotes peserta.
- Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube MPRGOID/ Instagram @shindy_mcwedding
Nama Shindy pun ramai dibahas di media sosial. Ia mengaku menerima banyak hujatan di akun media sosialnya.
Setelah viral, Shindy Lutfiana akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara tertulis melalui media sosial pribadinya.
Dalam pernyataan tersebut, ia mengakui kesalahannya dan menyesali ucapan yang disampaikan saat memandu acara.




