HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini. Ini terkait potensi hujan yang dapat disertai petir serta angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Makassar, pada hari ini, Rabu, 13 Mei 2026. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang tidak menentu sepanjang hari.
Menurut data BMKG, cuaca di wilayah Makassar diprediksi cerah berawan pada pagi hari, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas luar ruangan dengan nyaman.
Namun, potensi hujan ringan mulai muncul di beberapa daerah seperti Bone, Bulukumba, Kepulauan Selayar, Sinjai, dan Toraja Utara sejak pagi hari.
Memasuki siang hingga sore hari, intensitas hujan diperkirakan meningkat menjadi ringan hingga sedang di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar. Kondisi ini diperkirakan berlanjut hingga malam hari dengan hujan ringan hingga sedang yang masih mengguyur sebagian besar wilayah Sulsel.
Perkiraan Suhu, Kelembapan, dan AnginBMKG juga merilis prakiraan suhu udara untuk wilayah Sulawesi Selatan besok yang berkisar antara 20 hingga 34 derajat Celsius. Sementara itu, kelembapan udara diperkirakan berada pada rentang 74 hingga 100 persen, menciptakan kondisi lembap yang dapat memperkuat potensi hujan.
Kecepatan angin diperkirakan bergerak dari arah barat laut ke timur laut dengan kecepatan 9 hingga 36 kilometer per jam, yang dapat mempercepat pergerakan sistem cuaca basah di wilayah tersebut.
Imbauan Mitigasi dari BMKGBMKG menegaskan pentingnya masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi agar dapat mengambil langkah mitigasi yang tepat, terutama bagi mereka yang berencana melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Waspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan. Pastikan untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru agar aktivitas tetap aman,” jelas BMKG melalui rilis resminya.
Kendati demikian, kondisi cerah berawan pada pagi hari memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat untuk memanfaatkan cuaca sebelum potensi hujan mulai meningkat. Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak dari cuaca buruk dapat diminimalisir secara optimal.





