Bisnis.com, JAKARTA — MSCI Inc. resmi merilis hasil Tinjauan Indeks Mei 2026 untuk MSCI Equity Indexes pada 12 Mei 2026. Seluruh perubahan akan mulai berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.
Dalam pembaruan kali ini, kawasan Asia Pasifik menjadi salah satu wilayah yang mengalami pergeseran cukup signifikan dalam MSCI Global Standard Indexes, dengan dinamika perubahan yang mencakup penambahan maupun penghapusan konstituen di berbagai negara.
Di Australia, MSCI hanya mencatat satu perubahan dengan masuknya PLS Group ke dalam indeks, tanpa adanya penghapusan saham.
Sementara itu di Jepang, perubahan berlangsung lebih besar. MSCI menambahkan tiga saham baru, yakni Furukawa Electric Co, Mitsui Kinzoku Co, dan Resonac Holdings Corp. Namun di saat yang sama, sejumlah emiten besar justru dikeluarkan dari indeks, termasuk Japan Airlines Co, MonotaRO Co, Oracle Corp Japan, Sekisui Chemical Co, Shimadzu Corp, hingga Sony Financial Group dan Toyota Industries Corp.
Di kawasan Hong Kong, MSCI hanya melakukan satu penghapusan, yakni Wharf Holdings.
Perubahan lebih dalam terjadi di Malaysia, di mana MSCI menghapus enam konstituen sekaligus dari indeks, yaitu Axiata Group, MR DIY Group, Nestle Malaysia, Petronas Dagangan, QL Resources, dan YTL Corp.
Baca Juga
- MSCI Umumkan Perubahan Small Cap Index, AMRT Masuk, ANTM hingga SIDO Keluar
- Volatilitas MSCI Jadi Ajang Buy on Dip, Asing Mulai Borong Big Caps
- MSCI Umumkan 6 Saham RI Keluar dari Global Standard, Ada BREN, DSSA hingga AMMN
Di Taiwan, MSCI menambahkan MPI Corp ke dalam indeks, namun di sisi lain menghapus tujuh saham sekaligus, termasuk Asia Cement Corp, Catcher Tech Co, China Airlines, Compal Electronics, hingga Taiwan High Speed Rail.
Perubahan juga terjadi di Korea Selatan, meski relatif terbatas. MSCI tidak menambahkan saham baru, namun menghapus tiga konstituen yaitu Hanjin KAL Corp, HD Hyundai Marine Solution, dan SK Biopharmaceuticals.
Sementara di India, MSCI menambahkan lima saham baru yang mencerminkan penguatan sektor keuangan dan industri, yakni Adani Energy Solutions, Federal Bank, Indian Bank, Multi Commodity Exchange India, serta National Aluminium Co.
Namun empat saham dikeluarkan dari indeks, termasuk Hyundai Motor India dan Jubilant FoodWorks.
Adapun di China, MSCI mencatat perubahan paling luas di kawasan Asia Pasifik dengan puluhan penambahan dan penghapusan saham dalam MSCI China Index. Sejumlah nama baru seperti Advanced Fiber A (HK-C), Canmax Tech A (HK-C), Cosco Shipping Energy H, hingga Yangtze Optical A (HK-C) masuk ke dalam indeks.
Namun di sisi lain, MSCI juga menghapus banyak konstituen besar, termasuk Avichina Ind & Tech H, China Literature, China State Construction, GalaxyCore A (HK-C), Meitu, hingga NetEase Cloud Music.
Perubahan di Indonesia:Dalam MSCI Global Standard Indexes Review kali ini, tidak ada saham Indonesia yang masuk sebagai tambahan konstituen baru. Sebaliknya, MSCI menghapus enam saham RI dari indeks global tersebut.
Keenam saham yang keluar dari MSCI Global Standard Index yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT.
Di sisi lain, saham AMRT masuk ke dalam MSCI Small Cap Index setelah sebelumnya keluar dari MSCI Global Standard Index.
Selain itu, MSCI juga menghapus 13 saham Indonesia dari MSCI Small Cap Index. Saham-saham tersebut meliputi ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, dan MIKA.
Kemudian, MSCI juga mencoret MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG dari MSCI Small Cap Index.
Secara global, MSCI menyebut terdapat 49 saham yang ditambahkan dan 101 saham yang dihapus dari MSCI ACWI Index dalam review Mei 2026. Adapun tiga tambahan terbesar pada MSCI Emerging Markets Index berdasarkan kapitalisasi pasar penuh perusahaan adalah Itau Unibanco dari Brasil, Yangtze Optical Fibre and Cable Joint Stock Limited Company dari China, dan Sichuan Biokin Pharmaceutical dari China.
MSCI Global Standard Indexes – Asia Pasifik (Mei 2026) Negara / Indeks Saham Masuk (Additions) Saham Keluar (Deletions) Australia PLS Group - Jepang Furukawa Electric, Mitsui Kinzoku, Resonac Holdings Japan Airlines, MatsukiyoCocokara, MonotaRO, Oracle Corp Japan, Sekisui Chemical, Shimadzu, Sony Financial Group, Sysmex, TIS, Tokyu, Toyota Industries, Tsuruha Holdings, ZOZO Hong Kong - Wharf Holdings Malaysia - Axiata Group, MR DIY Group, Nestle Malaysia, Petronas Dagangan, QL Resources, YTL Corp Indonesia - AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, AMRT Taiwan MPI Corp Asia Cement, Catcher Tech, China Airlines, Compal Electronics, Far Eastern New Century, Taiwan High Speed Rail, TECO Electric & Machinery Korea - Hanjin KAL, HD Hyundai Marine Solution, SK Biopharmaceuticals India Adani Energy Solutions, Federal Bank, Indian Bank, Multi Commodity Exchange India, National Aluminium Co Hyundai Motor India, Jubilant Foodworks, Kalyan Jewellers India, Rail Vikas Nigam China Advanced Fiber A (HK-C), Canmax Tech A (HK-C), Cosco Shipping Energy H, Dajin Heavy Ind A (HK-C), Dazhong Mining A (HK-C), Delton Techn A (HK-C), Everprox Tech A (HK-C), Full Truck Alliance ADR, Guocheng Mining A (HK-C), Henan Shijia (HK-C), Hubei Feilihua A (HK-C), Hunan Yuneng A (HK-C), Jiangsu Etern A (HK-C), KnGBrd Lamnts Hldg, Raytron Tech A (HK-C), RemeGen A (HK-C), Shenzhen Kedali A (HK-C), Sichuan Biokin A (HK-C), Sichuan Huafeng A (HK-C), Suzhou A (HK-C), Suzhou Centec A (HK-C), Yangtze Optical A (HK-C) Avichina Ind & Tech H, Beijing Roborock A (HK-C), Bestechnici A (HK-C), Capital Securit A (HK-C), China Citic Finl AST H, China Literature, China Rail Signa A (HK-C), China State Construction, Everdisplay Optr A (HK-C), Galaxycore A (HK-C), Goneo Group Co A (HK-C), Guangzhou Baiyu A (HK-C), Jiangsu Expressway Co H, Jiangsu Hoperun A (HK-C), Jiangsu Kings A (HK-C), Jiangsu Yuyue A (HK-C), Meitu, NetEase Cloud Music, Ofilm Group Co A (HK-C), Shandong Weigao Group H, Shenzhen Goodix A (HK-C), Sinolink Sec Co A (HK-C), Western Sec Co A (HK-C), Zhejiang Wanfeng A




