Jakarta: Ketua Fraksi Golkar DPR M Sarmuji menyoroti maraknya aksi begal dan kriminalitas jalanan yang melanda berbagai daerah sepanjang Mei 2026. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh memberikan ruang bagi pelaku kejahatan yang telah mengganggu aktivitas ekonomi serta merampas rasa aman masyarakat di ruang publik.
“Negara tidak boleh kalah oleh pelaku kriminal jalanan. Ketika masyarakat mulai takut keluar rumah atau bepergian karena ancaman begal, maka yang terganggu bukan hanya keamanan, tetapi juga aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial warga,” ujar Sarmuji dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Baca Juga :
Polisi Tangkap Pemuda Terduga Pelaku Teror Pembakaran di JaktimSarmuji meminta Polri untuk tidak hanya fokus pada penindakan kasus yang telah viral, melainkan memperkuat langkah preventif melalui patroli rutin di titik-titik rawan.
Menurutnya, kehadiran aparat sangat krusial di jalur-jalur sepi dan kawasan pemukiman pinggiran kota guna memastikan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pekerja malam, dapat beraktivitas tanpa intimidasi.
Ketua Fraksi Golkar DPR M Sarmuji. Foto: Dok. Istimewa.
“Polri harus menindak tegas premanisme dan begal yang mengganggu masyarakat. Jangan sampai masyarakat merasa hukum kalah oleh kelompok-kelompok kriminal yang membuat warga takut beraktivitas dan mencari nafkah,” tegas dia.
Selain penindakan tegas, Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini juga mendorong pemerintah daerah untuk mengevaluasi fasilitas keamanan publik, seperti perbaikan lampu jalan dan pemasangan CCTV di lokasi minim pengawasan. Ia berharap penegakan hukum yang konsisten, termasuk terhadap jaringan penadah, dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kriminal jalanan.




