Andrie Yunus menolak kunjungan Oditurat Militer di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/6/2026) kemarin. Penolakan terhadap kunjungan Oditurat Militer ini disebabkan karena Andrie Yunus sedang masa pemulihan setelah operasi keenam untuk menangani luka bakar akibat penyiraman air keras yang dilakukan oleh anggota militer.
Empat oditur yang datang ke RSCM adalah Letkol Chk Muhammad Iswadi, Mayor Chk Wasinton Marpaung, Letkol Chk Upen Jaya Supena dan Kapten Chk Citra Dewi Manurung. Mereka datang sekitar pukul 09.50 WIB dengan mengenakan pakaian dinas lengkap.
"Kami siang hari ini secara dari sisi kemanusiaan, kami ingin membesuk atau menjenguk saudara Andrie Yunus," ujar Letkol Chk Muhammad Iswadi kepada wartawan, dikutip dari Kompas.
Tak Diizinkan oleh Tim Dokter dan Kuasa HukumMenurut keterangannya, niat untuk membesuk tidak mendapat izin dari tim dokter dan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) selaku kuasa hukum Andrie Yunus. Alhasil keempat oditur tersebut hanya bertemu dengan pihak manajemen RSCM, tim dokter, dan TAUD.
"Saudara Andri Yunus baru selesai melaksanakan operasi dan hari ini pasca-operasi masih dalam proses penyembuhan, sehingga memang betul tidak bisa dikunjungi," kata Iswadi.
Menurut keterangan dokter, kondisi medis Andrie Yunus menuntut pembatasan aktivitas guna menghindari risiko komplikasi yang dapat mengancam keberhasilan operasinya.
Khususnya bagian kanan tubuh, seperti bahu kanan, yang tidak boleh digerakkan secara berlebihan agar luka yang sedang dalam masa penyembuhan tidak terganggu.
Pertimbangan Kondisi Medis dan PsikisPenolakan Andrie Yunus untuk dijenguk oleh pihak Oditurat Militer merupakan keputusan yang diambil dengan mempertimbangkan kondisi medis dan psikisnya saat ini.
Ia memilih untuk fokus beristirahat dan melakukan pemulihan secara maksimal tanpa adanya intervensi atau kunjungan yang dapat mengganggu proses penyembuhan fisik dan mentalnya.
Dimas Bagus Arya selaku Koordinator Badan Pekerja KontraS, yang juga berada di RSCM menyampaikan Andrie Yunus memang menolak dijenguk oleh empat orang anggota Oditurat Militer Jakarta. Sebab saat ini, kata dia, kondisi Andrie masih dalam masa pemulihan setelah operasi.
"Jadi memang dengan situasi seperti itu, dia tidak berkenan ditemui untuk hari ini," jelasnya.
Prosedur dan Etika Kunjungan di Rumah SakitSetiap kunjungan, terutama dari pihak eksternal seperti militer, harus mematuhi prosedur dan protokol yang telah ditetapkan oleh RSCM. Rumah sakit menegaskan bahwa tidak terkecuali lembaga negara, semua pihak wajib mengikuti aturan yang berlaku demi menjaga keamanan dan kenyamanan pasien serta efektivitas penanganan medis.
Pihak Oditurat Militer yang hendak menjenguk Andrie wajib mengajukan permohonan secara resmi kepada manajemen RSCM dan pihak kuasa hukum Andrie.
Hal ini penting agar kunjungan dapat diatur dengan baik, sesuai dengan kondisi medis pasien dan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Tanpa prosedur administratif yang lengkap, kunjungan akan sulit untuk diizinkan demi menjaga keselamatan dan kenyamanan pasien.
Dimas mengatakan jika Oditurat Militer ingin bertemu dengan tim dokter yang menangani Andrie Yunus maka sebaiknya melakukan sesuai prosedur RSCM.
"Jadi harus ada prosedur protokol yang dipatuhi oleh siapa pun, termasuk oleh lembaga negara," lanjutnya.
Oditurat Militer Sempat Batalkan KunjunganTim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyebut oditurat militer terkesan memaksa untuk menjenguk Andrie Yunus ke RSCM. Fadhil Alfathan selaku anggota TAUD menyebut pihaknya semula menerima informasi bahwa oditur akan menjenguk Andrie pada Senin (11/6/2026).
Padahal pihak TAUD sudah bersiaga di RSCM sejak Senin untuk menerima kedatangan Oditurat Militer. Namun mereka menerima konfirmasi bahwa kunjungan dibatalkan dan kunjungan terjadi pada Selasa (12/6/2026).
"Kami selaku tim kuasa hukum merasa juga tidak dihormati, tidak pernah dapat informasi, tidak pernah dihubungi atau dikoordinasikan sehubungan dengan rencana kunjungan ini," ungkap Fadhil.
Fadhil juga menyampaikan soal langkah Oditurat Militer dan Pengadilan Militer yang hendak menghadirkan Andrie Yunus di persidangan.
Pihaknya juga sempat menanyakan kepada para oditur apakah Andrie Yunus akan dijemput paksa untuk dihadirkan ke persidangan.
"Pihak Oditurat tadi menyampaikan bahwa tidak akan melakukan itu," lanjutnya.





