Pengamat Politik Soroti Peran Plt Ketua Golkar Sulsel di Tengah Ketidakjelasan Musda

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Jadwal Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Golkar Sulsel belum jelas. Hal ini menguatkan dinamika internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Ali Armunanto menyoroti peran Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M. Said, yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam mempersiapkan Musda.

“Perlu juga disoroti adanya Plt Golkar Sulsel Pak Muhidin yang harusnya sudah mempersiapkan jauh hari Musda Golkar Sulsel. Saya melihat sepertinya Plt ini diam-diam saja, tidak ada kabar apa yang sudah dilakukan,” tegasnya pada Selasa, 12 Mei.

Ali Armunanto menilai peran Plt ketua Golkar Sulsel seharusnya menjadi jembatan antara aspirasi DPD II dan DPP, bukan sekadar menjalankan fungsi administratif.

Menurutnya, Muhidin diharapkan mampu mengakomodasi suara daerah dan menyampaikannya ke pusat.

“Harusnya Pak Muhidin menjadi mediator yang baik, bagaimana selera atas dan bawah bisa ketemu,” ujarnya.

Ali Armunanto menilai keterlambatan ini sudah terlalu lama dan berpotensi merugikan konsolidasi partai di Sulsel. Ia mengingatkan bahwa jika dibiarkan, kondisi ini bisa melemahkan soliditas internal Golkar di daerah yang selama ini menjadi salah satu basis penting partai.

“Ini sudah terlalu lama dan berlarut-larut. DPP Golkar harus segera menjadwalkan Musda,” tegasnya.

Ali Armunanto juga menekankan pentingnya demokrasi internal partai tetap dijaga, di mana keputusan tidak hanya ditentukan oleh elite pusat, tetapi juga mempertimbangkan aspirasi daerah.

“Yang paling penting adalah bagaimana DPP Golkar mengakomodasi aspirasi dari bawah untuk menciptakan demokrasi internal yang kuat,” katanya.

Dalam penilaiannya, Ali Armunanto menggambarkan kondisi Golkar Sulsel saat ini sebagai organisasi yang sedang mengalami masa transisi yang tidak stabil.

“Golkar di Sulsel ini seperti raja yang kehilangan mahkota. Sedang berusaha comeback, tapi tertunda,” ujarnya.

Ali Armunanto menegaskan bahwa posisi Plt Ketua Golkar Sulsel seharusnya tidak hanya mengikuti arus keputusan pusat, tetapi juga mampu mengelola keseimbangan antara kepentingan DPP dan DPD di daerah.

“Jangan hanya menunjuk ketua baru yang tidak sesuai ekspektasi kader. Plt Ketua jangan hanya melahirkan ketua, tapi juga melihat masa depan partai,” tutupnya.

Selain peran Plt Ketua Golkar Sulsel, jadwal Musda belum keluar, Ali Armunanto menilai situasi ini juga mengindikasikan adanya proses negosiasi politik yang belum tuntas antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan aspirasi daerah.

Menurut Ali Armunanto, keterlambatan penjadwalan Musda mengonfirmasi bahwa masih terjadi upaya komunikasi politik untuk menyelaraskan kepentingan kandidat yang diinginkan DPP dengan arus dukungan di tingkat bawah.

“Saya kira belum adanya jadwal Musda Golkar Sulsel ini mengonfirmasi bahwa ada upaya dari DPP untuk bernegosiasi untuk meloloskan kepentingan DPP Golkar terhadap kandidat yang akan bertarung,” ujarnya.

Ali Armunanto menilai secara internal sebenarnya tidak terdapat hambatan besar di tubuh Golkar Sulsel untuk segera menggelar Musda, terlebih sejumlah figur kandidat disebut sudah siap bertarung.

Namun, faktor konsolidasi dan kompromi politik di tingkat pusat dinilai masih menjadi penghambat utama.

“Kalau melihat kondisi sebenarnya, seharusnya tidak ada masalah untuk menunda ini. Apalagi figur-figur yang muncul juga sudah siap,” katanya.

Ali Armunanto menjelaskan bahwa dalam sistem partai politik seperti Golkar, intervensi DPP terhadap daerah memang cukup kuat. Namun, di sisi lain, kekuatan DPD II sebagai basis suara juga tidak bisa diabaikan.

“Yang membuat jadwal Musda ini tertunda karena masih ada agenda politik dan kompromi. Apakah ada kandidat yang diinginkan DPP tidak sejalan dengan keinginan pemilih di bawah, sehingga masih butuh proses,” jelasnya.

Ali Armunanto menambahkan bahwa kondisi ini menunjukkan adanya ketegangan antara desain politik dari pusat dengan aspirasi kader di daerah.

Menurutnya, jika tidak segera diselesaikan, situasi tersebut berpotensi memicu polemik internal.

“DPP Golkar dalam kepemimpinan Bahlil juga butuh konsolidasi internal yang kuat, dan itu bisa dicapai melalui siapa yang terpilih di Musda,” ujarnya. (ams)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tulis Surat Terbuka dari Rutan Salemba, Anak Riza Chalid Minta Bantuan Prabowo
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Tas Chanel hingga McLaren, DJKN dan KPKNL Jakarta IV Buka Lelang Barang Rampasan Kejaksaan RI
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Emas Antam Melemah Hari Ini, Simak Update Harga Terbaru Semua Pecahan
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Survei Terbaru: Warga RI Mulai Cemas Soal Ekonomi ke Depan
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ongkir Logistik Mencekik, Naik 20-30 Persen dalam Dua Bulan
• 20 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.