Hapus Kemiskinan Ekstrem, 88 Kabupaten/Kota Jadi Prioritas Penyaluran Bansos

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk menyinkronkan penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan program DTSEN.

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk menyinkronkan penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan program DTSEN. (Foto: Ist)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk menyinkronkan penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan program Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar lebih tepat sasaran. Hal ini untuk mewujudkan target angka kemiskinan eksterm 0 persen.

Instruksi tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) usai melaporkan perkembangan program pemberdayaan masyarakat kepada Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, dikutip Rabu (13/5/2026).

Baca Juga:
Cegah Bansos Salah Sasaran, Pemerintah Perkuat Digitalisasi Data

Cak Imin memaparkan kepada awak media bahwa Presiden menaruh perhatian besar terhadap efektivitas penyaluran bansos, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial tunai, hingga bantuan iuran jaminan kesehatan nasional.

“Presiden meminta seluruh kementerian dan lembaga konsisten menggunakan data tunggal sosial ekonomi agar seluruh bantuan dan program pemerintah tepat sasaran. Sebanyak 88 kabupaten/kota juga menjadi prioritas percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem,” ujar Cak Imin.

Baca Juga:
Terindikasi Judol 2025, 600 Ribu KPM Penerima Bansos Dicoret

Di menambahkan, pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem mencapai 0 persen pada 2026. Untuk mendukung target tersebut, 88 kabupaten/kota akan menjadi fokus konsentrasi lintas kementerian dan lembaga.

Selain penguatan integrasi data bansos, pemerintah juga akan mengarahkan subsidi energi agar lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Cak Imin optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem dapat tercapai melalui sinergi antarkementerian dan lembaga serta penguatan program perlindungan sosial berbasis data yang akurat. “Kita optimistis dan yakin kemiskinan ekstrem 2026 ini 0 persen,” pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Idul Adha 2026, Satpol PP DKI Pelototi Trotoar dari Pedagang Hewan Kurban
• 23 jam laludisway.id
thumb
Pertimbangan Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook
• 51 menit laluliputan6.com
thumb
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
• 26 menit laluidxchannel.com
thumb
Protes Penilaian Juri Viral, Peserta LCC Empat Pilar MPR RI Diduga Alami Teror Via WA
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Makarim Juga Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun
• 2 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.