Chemistry Bikin Peserta Cerdas Cermat MPR Berani Protes Jawaban ke Juri

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Siswa SMAN 1 Pontianak mengungkapkan bagaimana mereka bisa berani protes saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI. Mereka menyebut keberanian tersebut datang dari adanya koneksi hubungan (chemistry) di antara mereka yang terbangun.

"Dari awal kita kan sudah menanamkan untuk chemistry, seperti yang sudah teman saya katakan tadi. Jadi ketika kita membangun chemistry ini juga kita saling terbuka, kemudian kita ini membangun rasa berani ketika kita punya salah? Kemudian ada yang perlu di evaluasi," kata salah satu siswi peserta dari SMAN 1 Pontianak, Almira, saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).

"Dari itulah kita belajar untuk ketika dalam perlombaan, ketika ada kekeliruan, itu perlu kita evaluasi juga dengan penyelenggara lomba itu sendiri," lanjutnya.

Baca juga: Ocha Peserta LCC MPR Ucapkan Terima Kasih: Nggak Nyangka Atensinya Sebesar Ini

Almira mengatakan kelompoknya berani memprotes juri karena merasa benar. Ia mengatakan, jawaban yang disampaikan oleh tim lainnya sama dengan yang telah disampaikan Ocha terlebih dulu pada saat mendapat kesempatan menjawab pertama, akan tetapi justru tim lain mendapatkan 10 poin, sementara timnya mendapat nilai minus 5.

"Nah, ketika host itu melemparkan soal kepada grup A dan juga grup B, grup B menjawab dengan pertanyaan... dengan jawaban yang sama. Sangat sama sekali, secara substansi juga sama. Kemudian diberikan nilai sepuluh poin oleh juri," tutur Almira.

"Maka di situ kami juga kaget, jujur kita kaget sekali karena memang tidak hanya secara substansi tapi secara kalimat yang dilontarkan Ocha sebagai tim C dan juga dengan tim B itu memiliki kesamaan yang persis. Makanya kami di situ pede sekali untuk bisa protes kepada dewan juri," katanya.

Baca juga: Polemik Cerdas Cermat MPR: Juri-MC Dinonaktifkan & Acara Dievaluasi Total

Siswa peserta lainnya, Zein, menjelaskan chemistry itu dibangun agar lomba dapat berjalan lebih mudah. Dia menyebut fokus mereka saat latihan juga bukan hanya untuk belajar, tetapi juga bisa membangun memori.

"Sebenarnya kami tuh fokusnya bukan belajar doang ya. Jadi kami juga membangun tim ini dengan chemistry dengan tujuan untuk, jadi untuk lomba kita ini nggak semena-mena untuk menang doang gitu. Jadi kita juga ada memori yang kita bangun. Lalu juga dalam pelaksanaan lomba itu dua kali lebih gampang menurut kami," ujar Zein.

Zein menjelaskan saat mereka berlatih, evaluasi juga rutin dilakukan. Evaluasi itu menekankan keterbukaan antara satu sama lain.

"Kalau evaluasi setiap penghujung antara kami latihan itu selalu ada, terutama dari pembimbing kami di sini. Kemudian dari antar teman juga, karena kami di sini dari awal bertemu, pertemuan pertama kami menekankan harus terbuka. Jadi nggak usah bawa perasaan gitu," katanya.

Atas videonya protes viral, siswi peserta yaitu Josepha Alexandra atau Ocha mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat. Ocha mengatakan dukungan itu memotivasinya untuk lebih semangat dan berkembang.

"Dari saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya kepada kami. Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk berkembang dan maju lagi ke depannya," ujar Ocha.

Dalam video yang beredar dilihat Senin (11/5), juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta. Dalam lomba itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.

Namun, jawaban serupa yang disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita. Peserta Grup C sempat memprotes lantaran merasa jawaban mereka sama. Namun juri menyatakan jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.

MPR juga telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada acara cerdas cermat itu. MPR akan mengevaluasi kegiatan tersebut secara menyeluruh.

"Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini," demikian keterangan MPR dalam akun Instagram resminya, Selasa (12/5).




(yld/imk)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ibam Tak Rugikan Negara, tapi Hartanya Rp 16,9 Miliar Tetap Disita Pengadilan
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kebakaran Rumah di Tanjung Priok Jakut, 4 Lansia Tewas Mengenaskan
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Hakim Ungkap Peran Ibam Sebagai Mitra Negosiasi Tunggal dengan Google
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pajero Sport Dakar 2017 Dilelang Mulai Rp100 Jutaan, Begini Wujudnya
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Rumah Kemang Terjual Rp 4,1 Miliar, Pengacara Sebut Okin Tak Terima Sepeser pun
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.