Ketua Komisi II DPR Bertemu Siswa SMAN 1 Pontianak Peserta LCC MPR, Akui Ada Kejanggalan Fatal

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang juga anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Muhammad Rifqinizamy Karsayuda bertemu dengan siswa-siswi SMAN 1 Pontianak yang mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), di Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Sumber: Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang juga anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Muhammad Rifqinizamy Karsayuda bertemu dengan siswa-siswi SMAN 1 Pontianak yang mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang diselenggarakan Sabtu (9/5/2026) lalu. 

Pertemuan Rifqi dengan siswa-siswi SMAN 1 Pontianak itu dilakukan di Jakarta, Rabu (13/5/2026). 

Rifqi yang merupakan alumni SMA Negeri 1 Pontianak itu mengaku melihat kejanggalan dalam pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalbar. 

"Saya cermati dua hal, secara substansi memang ada kejanggalan dan cukup fatal," katanya di Jakarta, Rabu, dipantau dari program Sapa Indonesia Pagi KompasTV. 

Ia menyebut jawaban yang disampaikan oleh salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak persis mengutip ketentuan di dalam Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang tentang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait mekanisme pemilihan anggota BPK yang saat itu menjadi soal yang ditanyakan dalam LCC. 

Baca Juga: Arogansi Juri LCC Empat Pilar Disorot, Anggota MPR RI: Lomba Harus Diulang

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang juga anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Muhammad Rifqinizamy Karsayuda memberi keterangan di sela-sela pertemuan dengan siswa-siswi SMAN 1 Pontianak, di Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Sumber: Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

Rifqi mengatakan sebagai pembentuk undang-undang, dirinya tahu persis mana yang benar dan salah terkait hal itu. "Ketika kemudian itu disalahkan, tentu ini menjadi persoalan," ucapnya. 

Rifqi menyatakan dirinya lantas membuat video pernyataan resmi yang isinya meminta MPR untuk segera membuat klarifikasi secara utuh dan meminta maaf secara terbuka.

Ia juga meminta dua orang dewan juri yang kebetulan merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan MPR RI untuk menyampaikan permohonan maaf secara fair

"Karena bagi saya ini bukan soal siapa yang menang siapa yang salah, ini soal angle di mana fair atau tidak fair pelaksanaan lomba ini dilakukan," ucapnya.

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • ketua komisi II
  • dpr
  • mpr
  • sman 1 pontianak
  • lcc mpr
  • lcc
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hakim Ekuador Ditembak Mati dalam Perjalanan ke Tempat Gym
• 11 jam laludetik.com
thumb
Pimpinan Ombudsman Kunjungi KPK, Bahas Peningkatan Layanan Publik Antikorupsi
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Masa Darurat Usai, Bencana Sumatera Kini Masuk Transisi Fase Pemulihan
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Arah IHSG & Rekomendasi Saham Cuan Usai MSCI Rombak Konstituen Indeks Global
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Wamenkes: Pasien ODGJ Bisa Lanjut Berobat di Puskesmas
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.