Seorang hakim Ekuador, Lady Pachar, ditembak mati saat pemerintah mengumumkan keadaan darurat untuk memerangi kejahatan terorganisir. Hakim itu ditembak saat berpergian dengan mobil.
Dilansir AFP, Rabu (13/5/2926) badan pengawas peradilan Ekuador dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin mengatakan pembunuhan Lady Pachar sebagai "serangan serius terhadap keadilan dan supremasi hukum di Ekuador".
Pachar ditembak pada Senin (11/5) saat bepergian dengan mobil ke sebuah pusat kebugaran di kota Machala di barat daya.
Dua pengawalnya tidak bersamanya ketika insiden itu terjadi. Hal itu diungkap polisi di Machala, yang merupakan ibu kota provinsi El Oro yang berbatasan dengan Peru.
Sebuah sumber polisi mengatakan kepada AFP pada hari Selasa bahwa hakim tersebut telah menerima ancaman dan dibunuh sebagai pembalasan atas pembebasan anggota geng.
Sekitar 70 persen narkoba yang diproduksi oleh Kolombia dan Peru, produsen kokain terbesar dan kedua terbesar di dunia, masing-masing, dikirim melalui Ekuador.
Presiden Daniel Noboa, salah satu sekutu terkuat pemimpin AS Donald Trump di benua itu, telah memprioritaskan penargetan para penyelundup kokain sejak ia berkuasa pada tahun 2023.
Ia telah mengerahkan tentara di jalanan dan di penjara, melancarkan penggerebekan dramatis di benteng-benteng narkoba, dan sering menyatakan keadaan darurat-tindakan yang dikritik keras oleh kelompok hak asasi manusia.
Namun, terlepas dari kebijakan garis kerasnya, pembunuhan justru meningkat, mencapai rekor 9.216 kematian akibat kekerasan tahun lalu.
(lir/lir)





