Lebak: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten, meminta masyarakat mewaspadai penyebaran demam berdarah (DBD) saat peralihan musim hujan ke musim kemarau. Pasalnya peralihan musim hujan ke kemaru, nyamuk Aedes aegypti berpotensi berkembang biak.
"Kami minta masyarakat bergotong royong dengan melakukan gerakan PSN dan 3 M, karena lebih efektif dan murah untuk memutuskan mata rantai penyebaran kasus DBD," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten Nining Tilawah, di Lebak, Rabu, 13 Mei 2026, melansir Antara.
Berdasarkan data Dinkes Lebak periode Januari sampai April 2026 tercatat 391 kasus dan kematian nol persen. Masyarakat dapat mewaspadai penyebaran kasus penyakit yang mematikan itu dengan melakukan pencegahan di antaranya dapat membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan menjaga lingkungan bersih.
Baca Juga :
Dinkes Sumedang Gencarkan Edukasi Mitigasi DBD Jelang Kemarau PanjangSelain itu juga menghindari gigitan nyamuk dengan memakai obat nyamuk baik spray atau repellent serta penyebaran Abate. Masyarakat dapat memasang kasa pada lubang angin, sehingga nyamuk tidak masuk ke dalam ruangan rumah.
Selama ini, kata dia, gerakan kebersihan lingkungan melalui PSN dan 3M Plus itu dinilai cukup efektif untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit DBD, karena jentik-jentik nyamuk mati dan tidak berkembang.
Ilustrasi-Fogging di pemukiman warga cegah demam berdarah. Foto: Metrotvnews.com/Christian.
Sementara itu, Lurah Muara Ciujung Timur Rangkasbitung Kabupaten Lebak Mutria mengatakan pihaknya mengintruksikan masyarakat di wilayahnya melakukan gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menebar bubuk Abate yang didistribusikan dari Dinas Kesehatan setempat untuk pencegahan kasus DBD.
"Kami berharap bubuk Abate ditebar di genangan air juga bak mandi untuk membunuh jentik - jentik nyamuk DBD," kata Mutria.
Sementara itu, Ketua RT/RW 01/09 Kelurahan MC Timur Rangkasbitung Iman mengatakan warganya tercatat delapan orang terserang kasus DBD dan lima di antaranya sudah sembuh, satu di rawat di RS Misi, dan orang baru gejala, sedangkan RT 2 positif dua orang.
"Kami sekarang mewaspadai kasud DBD dengan melakukan kebersihan lingkungan juga PSN dan 3M Plus untuk mencegah penyakit akibat gigitan nyamuk," ungkap dia.




