Harga Emas Bergerak Melemah, Investor Mesti Waspadai Hal Ini

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal mempertahankan kenaikan yang sempat terjadi sebelumnya.

Dalam analisis teknikal, harga emas sebelumnya berhasil menyentuh dua area support yang telah diproyeksikan pasar. Setelah mencapai area tersebut, harga sempat mengalami pullback atau kenaikan sementara. Namun hingga saat ini, penguatan tersebut belum cukup kuat untuk membawa harga menembus area resistance penting.

"Kondisi ini menunjukkan tekanan beli masih relatif terbatas. Harga yang gagal ditutup di atas resistance menandakan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dan tekanan jual masih mendominasi pergerakan dalam jangka pendek," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 13 Mei 2026.

Selain itu, Geraldo mengatakan, pergerakan harga juga mulai membentuk swing high baru. Dalam analisis teknikal, kondisi ini sering menjadi tanda potensi penurunan masih terbuka, terutama ketika harga tidak mampu melanjutkan momentum kenaikan sebelumnya.

"Dengan situasi tersebut, harga emas diperkirakan berpotensi kembali melemah menuju area support terdekat di level 4.671. Jika tekanan bearish terus berlanjut, maka target penurunan berikutnya berada di level 4.637," ungkap dia.

Geraldo mengungkapkan, sinyal pelemahan juga diperkuat oleh terbentuknya pola ABC Correction pada timeframe H4. Pola ini biasanya menunjukkan pasar masih berada dalam fase koreksi dan belum menunjukkan tanda pembalikan arah yang kuat.

"Artinya, meskipun sempat terjadi kenaikan sementara, tren utama dalam jangka pendek masih cenderung melemah selama belum ada breakout kuat di area resistance," ujar dia.

Baca Juga :

Mau Beli Emas UBS dan Galeri 24? Segini Harga di Pegadaian Hari Ini
 


(Ilustrasi. Foto: Freepik) Faktor tekanan harga emas Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas juga dipengaruhi oleh menguatnya dolar Amerika Serikat. Ketika dolar bergerak lebih kuat, harga emas biasanya menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga permintaan cenderung menurun.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberikan tekanan tambahan terhadap emas. Dalam kondisi yield obligasi meningkat, investor cenderung memilih instrumen yang memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga atau return tetap.

Pasar juga masih memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Ekspektasi ini muncul karena sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama dari sektor tenaga kerja dan inflasi, masih tergolong cukup solid.

"Jika The Fed tetap mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih panjang, maka dolar AS berpotensi tetap kuat dan memberikan tekanan terhadap pergerakan emas," ujar Geraldo.

Di sisi lain, sentimen pasar global yang mulai membaik juga ikut memengaruhi pergerakan logam mulia tersebut. Ketika kondisi pasar saham lebih stabil dan optimisme terhadap ekonomi global meningkat, minat investor terhadap aset safe haven seperti emas biasanya menurun.

Ia menyebut, kondisi tersebut membuat ruang koreksi harga emas menjadi semakin terbuka dalam jangka pendek. Meski demikian, investor masih perlu mencermati perkembangan data ekonomi global dan arah kebijakan bank sentral AS yang dapat memicu perubahan sentimen pasar sewaktu-waktu.

Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal dan faktor fundamental menunjukkan bahwa harga emas masih berada dalam fase koreksi. Selama harga belum mampu menembus area resistance penting, peluang pelemahan menuju level 4.671 hingga 4.637 masih cukup besar.

"Namun demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk memperhatikan manajemen risiko dan perkembangan pasar global mengingat volatilitas harga emas masih relatif tinggi dalam beberapa waktu terakhir," jelas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengunjungi Taman Buaya Indonesia Jaya, Lokasi Syuting Film Crocodile Tears
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Respons Pimpinan DPR soal Polisi Arab Saudi Tangkap 10 WNI terkait Haji Ilegal
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Iduladha Pemerintah Dorong Tata Kelola MBG dan Percepatan Rehabilitasi Bencana
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun, Jaksa Sebut Harta Nadiem Tak Wajar
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia Abroad: Nasib Mees Hilgers Segera Ditentukan FC Twente
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.