Nama Josepha Alexandra mendadak menjadi sorotan publik usai keberaniannya memprotes keputusan juri dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial.
Siswi yang akrab disapa Ocha tersebut diketahui merupakan pelajar kelas 11 di SMAN 1 Pontianak.
Baca Juga: Gegara Ngomong 'Cuma Perasaan', MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Kini Kehilangan Pekerjaan
Josepha Alexandra mulai menempuh pendidikan di sekolah tersebut pada tahun ajaran 2024/2025 setelah lulus dari SMPN 10 Pontianak.
Saat dihubungi anggota DPR RI Komisi II, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Josepha mengaku dirinya merupakan anak bungsu dari dua bersaudara.
Dunia lomba cerdas cermat ternyata bukan hal baru bagi Josepha Alexandra.
Sejak duduk di bangku SMP, ia sudah aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik mewakili sekolahnya.
Berdasarkan unggahan media sosial Instagram miliknya, @jsphalxndra, Josepha pernah mewakili sekolah dalam Lomba Cerdas Cermat Permuseuman tingkat SMP/MTS se-Kalimantan Barat.
Tak hanya itu, ia juga berhasil membawa SMPN 10 Pontianak meraih juara 2 Festival Seni, Olimpiade Olahraga Sains (FSO2S) SMP/MTS di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak.
Prestasi Josepha terus berlanjut setelah masuk SMAN 1 Pontianak.
Ia diketahui pernah mengikuti Lomba Cerdas Cermat HMPPKN FKIP Untan 2025 dan menjadi wakil Kalimantan Barat pada Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2025 di Jakarta.
Dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, Josepha bersama timnya bahkan berhasil keluar sebagai juara pertama.
Selain aktif di bidang akademik, Josepha juga memiliki ketertarikan di bidang olahraga.
Melalui media sosialnya, ia kerap membagikan aktivitas taekwondo dan basket yang menjadi bagian dari hobinya.
Keberanian Josepha membela timnya dalam polemik LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar juga menuai perhatian publik.
Bahkan, beredar informasi bahwa Josepha mendapat tawaran beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok hingga peluang kerja di perusahaan multinasional setelah aksinya viral.
Polemik tersebut bermula saat babak final LCC membahas pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Regu C dari SMAN 1 Pontianak yang diwakili Josepha Alexandra menjawab:
“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.”
Namun, jawaban tersebut justru dinilai salah oleh dewan juri dan membuat tim SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan poin.
Tak lama kemudian, Regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang dinilai publik memiliki substansi sama, tetapi justru mendapat poin penuh dari juri.
Keputusan itu langsung diprotes Josepha Alexandra yang merasa timnya telah memberikan jawaban serupa lebih dahulu.
“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” ujar Josepha saat melakukan interupsi dalam perlombaan.
Baca Juga: Polemik Lomba Cerdas Cermat Kini Masuk Ranah Hukum, Ketua MPR hingga Juri Digugat
Josepha bahkan meminta audiens yang hadir menjadi saksi atas jawaban timnya, namun keputusan juri tetap tidak berubah dan perlombaan terus dilanjutkan.





