EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan berangkat mengunjungi Beijing pada Selasa (12 Mei). Menjelang keberangkatannya, Trump menegaskan bahwa ia akan membahas isu hak asasi manusia, penjualan senjata ke Taiwan, serta situasi Iran dengan pihak Tiongkok. Selain itu, terkait wabah Hantavirus baru-baru ini, Trump kembali mengkritik Beijing karena menutupi kebenaran tentang pandemi COVID-19 pada masa lalu, yang menurutnya akhirnya membawa dampak buruk bagi seluruh dunia.
Trump Akan Berangkat ke Tiongkok Selasa, Soal HAM dan Taiwan Akan DibahasReporter NTD di Washington, Zhang Liang, melaporkan bahwa di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan isu keamanan kawasan, Trump akan memulai kunjungan ke Tiongkok pada hari berikutnya. Dalam keterangannya di Gedung Putih, ia mengatakan akan membahas isu hak asasi manusia dan Taiwan dengan Xi Jinping.
Trump mengatakan: “Taiwan mendapat banyak dukungan, dari Jepang dan banyak negara di sekitarnya.”
Ketika seorang wartawan Gedung Putih bertanya apakah AS seharusnya tetap menjual senjata kepada Taiwan, Trump menjawab: “Ya, saya akan membahas hal itu dengan Xi Jinping. Xi tidak ingin kami menjual senjata ke Taiwan, tetapi saya akan membicarakan isu ini dengannya.”
Trump juga mengatakan bahwa ia akan mengangkat isu hak asasi manusia kepada Xi, termasuk meminta pembebasan taipan media Hong Kong Jimmy Lai dan seorang pendeta.
Selain itu, laporan terbaru hari itu mengkonfirmasi bahwa Elon Musk juga akan ikut dalam rombongan kunjungan ke Beijing. Pengamat menilai kunjungan Musk kemungkinan akan semakin mendorong bisnis Tesla di Tiongkok.
Trump Kembali Singgung COVID-19 dan “Kantong Jenazah” di WuhanReporter NTD menyebut kunjungan besar ini berlangsung di tengah merebaknya wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang memicu kewaspadaan kesehatan global.
Trump kembali menyinggung pandemi COVID-19 yang mulai merebak pada akhir 2019.
Ia mengatakan bahwa PKT menyebarkan virus tersebut ke seluruh dunia, sementara pada saat yang sama mengendalikan World Health Organization untuk menyebarkan kebohongan besar.
“Sekarang sudah dipastikan (virus itu berasal dari Wuhan). Saya rasa kesimpulannya sudah jelas. Tetapi sejak hari pertama saya sudah mengatakan itu, karena saya melihat gambar satelit yang menunjukkan kantong-kantong jenazah ada di mana-mana di Wuhan,” ujarnya.
Trump Sebut Gencatan Senjata Iran Sangat RapuhTrump juga mengatakan bahwa ia akan membahas masalah Iran dengan Xi Jinping.
“Gencatan senjata dengan Iran sekarang sangat rapuh. Menurut saya, ini adalah tahap paling rapuh. Saya baru saja membaca tanggapan mereka, dan itu penuh omong kosong,” katanya.
Trump mengecam pemerintah Teheran karena dianggap tidak dapat dipercaya dan sering berubah sikap. Ia juga mengkritik kelompok Kurdi Iran yang disebut menyimpan senjata bantuan AS untuk diri mereka sendiri dan tidak menyalurkannya kepada warga Iran yang ingin melakukan protes.
Namun demikian, karena militer AS disebut telah menghancurkan angkatan laut, angkatan udara, pertahanan udara, dan kemampuan nuklir Iran, Trump mengatakan ia masih berharap perdamaian dapat dicapai melalui jalur diplomatik.
Trump Umumkan Kebijakan Mendukung Kelahiran Anak di ASDalam pertemuan pada Senin (11 Mei), Trump mengundang sejumlah menteri, anggota parlemen, pejabat kesehatan, dan pakar untuk mengumumkan berbagai kebijakan yang mendukung warga Amerika memiliki anak.
Trump mengatakan: “Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Departemen Tenaga Kerja akan mengeluarkan aturan baru untuk membantu perusahaan menyediakan program tunjangan kesuburan bagi karyawan, di luar program asuransi kesehatan biasa.”
Menjelang Hari Ibu pada 10 Mei, Departemen Kesehatan AS juga telah meluncurkan situs Moms.gov untuk menyediakan informasi dan bantuan pemerintah terkait persiapan kehamilan, kehamilan, dan pengasuhan anak bagi para ibu.
Laporan reporter NTD, Zhang Liang dan Ren Hao dari Washington DC, Amerika Serikat.





