FAJAR, MAKASSAR — Perayaan Lebaran Iduladha memiliki pola pergerakan yang berbeda dengan Lebaran Idulfitri. Simpul transportasi khususnya jalur wisata bakal diawasi secara intens.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan, Andi Sanjaya, mengungkapkan mobilitas masyarakat selama libur Iduladha 1447 Hijriah diprediksi meningkat signifikan di wilayah Sulawesi Selatan.
Peningkatan tersebut diperkirakan memberi tekanan besar terhadap sejumlah simpul transportasi strategis, terutama jalur antarkabupaten/kota, kawasan wisata, hingga distribusi logistik dan hewan kurban.
“Menghadapi libur Iduladha tahun ini, mobilitas masyarakat diprediksi meningkat cukup tinggi. Pergerakan masyarakat akan didominasi perjalanan antarkabupaten, wisata lokal, kunjungan keluarga, hingga distribusi logistik dan hewan kurban,” ujar Andi Sanjaya, Senin, 11 Mei.
Menurutnya, lonjakan mobilitas tersebut berpotensi memicu kepadatan lalu lintas, antrean kendaraan, peningkatan jumlah penumpang di terminal, hingga risiko kecelakaan transportasi selama masa libur panjang.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPTD Kelas II Sulawesi Selatan bersama sejumlah instansi terkait akan melakukan pemantauan kendaraan dan penumpang secara real time mulai H-3 hingga H+3 Iduladha 2026.
Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi tren peningkatan mobilitas sekaligus mendeteksi titik kepadatan di berbagai simpul transportasi strategis.
“H-3 diperkirakan sudah mulai terjadi peningkatan volume kendaraan. Kemudian H-1 diprediksi menjadi puncak arus keberangkatan dan kepadatan di sejumlah simpul transportasi, sementara H+3 diperkirakan menjadi puncak arus balik,” jelasnya.
Adapun pemantauan prioritas dilakukan di tiga terminal tipe A yang berada di bawah pengelolaan BPTD Kelas II Sulawesi Selatan, yakni Terminal Latenri Sessu di Barru, Terminal Induk Lumpue di Parepare, dan Terminal Petta Ponggawae di Bone.
Selain terminal, pemantauan juga difokuskan pada sejumlah destinasi wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung selama libur panjang, seperti kawasan wisata Bira, Malino, dan Toraja.
Andi menjelaskan, pola perjalanan masyarakat tahun ini diperkirakan masih didominasi penggunaan kendaraan pribadi. Namun demikian, peningkatan armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) juga diprediksi tetap terjadi.
Wilayah dengan potensi pergerakan tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Makassar, Parepare, Palopo, Maros, Bone, dan Kabupaten Gowa.
Berdasarkan hasil analisis BPTD, jumlah kendaraan AKAP yang tiba di terminal wilayah Sulawesi Selatan diprediksi meningkat sekitar 2,43 persen hingga 7,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut dipengaruhi momentum libur panjang yang berdekatan dengan akhir pekan serta Hari Lahir Pancasila.
Sementara itu, jumlah penumpang justru diproyeksikan mengalami penurunan antara 2,84 persen hingga 6,17 persen.
“Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan pola perjalanan masyarakat, di mana penggunaan kendaraan pribadi diperkirakan semakin meningkat,” terangnya.
Untuk menjaga kelancaran arus transportasi selama periode libur, BPTD Sulsel juga melakukan koordinasi lintas sektor bersama Ditlantas Polda Sulsel, Dinas Perhubungan provinsi dan kabupaten/kota, Jasa Raharja, hingga BMKG.
Selain pengawasan arus penumpang dan kendaraan, perhatian khusus juga diberikan pada distribusi hewan kurban yang diperkirakan meningkat menjelang Iduladha.
Meski pengawasan lalu lintas hewan menjadi kewenangan Balai Veteriner, pihak BPTD tetap melakukan pemantauan di sejumlah Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) melalui koordinasi bersama TNI dan Polri.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan kelengkapan dokumen angkutan hewan serta mengantisipasi peredaran hewan curian, khususnya di jalur distribusi ternak wilayah Sidrap.
“Setiap kendaraan pengangkut hewan wajib melengkapi dokumen dari kepala desa dan Balai Veteriner sebelum melintas,” kata Andi.
Ia juga menegaskan seluruh petugas terminal diminta memperketat pemeriksaan kendaraan atau ram check terhadap armada AKAP maupun AKDP selama masa libur Iduladha.
Pemeriksaan tersebut mencakup aspek teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, hingga kondisi pengemudi guna meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Karena itu ramp check dilakukan untuk memastikan seluruh armada laik jalan sebelum beroperasi membawa penumpang,” tandasnya. (uca)




