Bisnis.com, BALIKPAPAN — Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalimantan Selatan tumbuh positif pada kuartal pertama 2026.
Data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan per 31 Maret 2026 mencatat bahwa realisasi KUR mencapai Rp1,28 triliun atau 24,78% dari target Rp5,15 triliun.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo, menyatakan pembiayaan tersebut tersalur kepada 18.001 debitur, dengan dominasi penyaluran konvensional sebesar Rp1,23 triliun (96,39%), sementara skema syariah hanya menyentuh angka Rp46,17 miliar (3,61%).
"Capaian ini menunjukkan bahwa akses pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM di Kalimantan Selatan terus bergerak positif. KUR menjadi instrumen penting untuk menjaga daya tahan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).
Secara nasional, Kalimantan Selatan bertengger di peringkat ke-17 untuk realisasi KUR, tetapi menjadi runner-up se-Kalimantan.
Sektor pertanian menjadi penyerap terbesar dengan nilai Rp449,70 miliar (35,21%) kepada 8.804 debitur, diikuti skema mikro yang mendominasi dengan porsi Rp820,84 miliar (64,27%) dan tersalur kepada 10.298 debitur.
Baca Juga
- Realisasi Penyaluran KUR di Wilker KPPN Malang Tembus Rp2,261 Triliun
- Kredit Serbaguna Kian Diminati, Bank Sumsel Babel Perkuat Layanan Pembiayaan
- Aksi Hengkang UMKM dari Shopee dan TikTok Shop, Berdampak ke Pertumbuhan E-Commerce?
Menariknya, Kota Banjarmasin menguasai realisasi tertinggi sebesar Rp230,11 miliar kepada 2.560 debitur, disusul Kabupaten Tanah Bumbu (Rp179,67 miliar kepada 1.789 debitur) dan Kabupaten Banjar (Rp133,24 miliar kepada 2.123 debitur).
Dari sisi lembaga penyalur, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi tulang punggung dengan capaian Rp836,20 miliar kepada 15.461 debitur.
Angka ini jauh meninggalkan Bank Mandiri yang menyalurkan Rp149,80 miliar kepada 1.289 debitur, dan Bank Negara Indonesia (BNI) dengan Rp130,70 miliar kepada 394 debitur.
Sejalan dengan KUR, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) juga mencatatkan progres dengan total penyaluran Rp18,43 miliar kepada 3.444 debitur hingga akhir Maret 2026.
Catur mengungkapkan skema syariah mendominasi dengan porsi Rp15,85 miliar (86,05%), sedangkan konvensional hanya Rp2,57 miliar (13,95%).
"Pembiayaan UMi hadir untuk menjangkau pelaku usaha mikro yang belum sepenuhnya terakses layanan perbankan formal. Ini menjadi bagian penting dalam memperluas inklusi keuangan di daerah," ungkapnya.
Kendati demikian, posisi Kalimantan Selatan di peringkat ke-28 nasional dari 34 provinsi untuk UMi.
Lebih lanjut, pola konsentrasi geografis kembali terulang pada UMi. Kota Banjarmasin menjadi penerima terbesar dengan nilai Rp3,69 miliar kepada 646 debitur, diikuti Kabupaten Banjar (Rp2,37 miliar kepada 439 debitur) dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Rp1,94 miliar kepada 345 debitur).
Catur menjelaskan sektor perdagangan menyerap 94% total pembiayaan, sementara skema kelompok mendominasi dengan porsi 93,34%.
Kemudian, Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi penyalur utama dengan realisasi Rp15,85 miliar kepada 2.937 debitur.
Dia menuturkan akan memperkuat fungsi pengawasan melalui pengawasan dan evaluasi berkala bersama seluruh mitra penyalur agar penyaluran pembiayaan tepat sasaran.
"Kolaborasi strategis dengan seluruh mitra penyalur akan terus kami tingkatkan agar keberhasilan penyaluran di wilayah-wilayah pertumbuhan seperti Banjarmasin dapat diperluas secara merata ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Langkah ini penting untuk mempercepat distribusi modal yang akuntabel sekaligus menjadi penggerak ekonomi inklusif di daerah," pungkasnya.




